Dalam dunia bisnis maupun organisasi tidak bisa dipungkiri lagi bahwa metode Balanced Scorecard sudah lazim digunakan dalam hal pengukuran kinerja maupun pencapaian-pancapaian target organisasi. Metode ini dinilai lebih sempurna dan lebih menyeluruh (syamil) dalam menilai seluk beluk organisasi. Jika dibandingkan dengan metode lain seperti TQM (Total Quality Management) atau six sigma, BSC memiliki banyak kelebihannya. Melihat alasan segala sesuatunya sebenarnya bisa diukur maka saya memutuskan untuk mengadakan penelitian kecil-kecilan untuk lingkup lembaga da’wah kampus.

Berawal dari thesis saya yang berjudul “Analisis Balanced Scorecard Terhadap Visi Misi dan Strategi Bank Syariah Mandiri” (studi kasus BSM cabang Pekanbaru), maka saya berpikir untuk sekaligus melihatnya dari segi yang berbeda, yaitu dari segi lembaga da’wah kampus. Alhamdulillah thesis dan kompre kelulusan program Management Trainee BSM saya tersebut dinilai lulus walau ada sedikit revisi dalam thesis tersebut. Sedangkan dalam blog ini saya hanya ingin menuliskan resume dari BSC LDK yang rencananya akan saya tulis di hudzaifah.org.

Secara ringkasnya BSC membuat kita melihat kerangka organisasi terbagi sedikitnya menjadi empat persepsi. Yaitu persepsi pelanggan (customer perseption), persepsi internal control (internal control perseption), persepsi keuangan (financial perseption), dan yang terakhir persepsi pengembangan dan pertumbuhan ( growth & development perseption). Empat persepsi tersebut dinilai sudah cukup dalam membuat suatu kerangka strategis yang “diturunkan” dari visi dan misi organisasi da’wah. Sebenarnya masih banyak persepsi (sudut pandang) lain yang bisa digunakan, namun saya lebih memilih untuk disusutkan menjadi empat persepsi tersebut.

Secara ringkasnya (lagi), persepsi-persepsi tersebut bisa dijabarkan sebagai berikut.

Persepsi pelanggan (customer perseption) melihat bagaimana sebuah organisasi melayani para pelanggannya. Dalam lingkup pembahasan kita ini diibaratkan bagaimana organisasi melihat para objek da’wahnya. Dapat dinilai dengan beberapa tools, seperti penilaian kepuasan para objek da’wah, kenyamanan, dan seberapa jauh mereka mengenal oraganisasi tersebut. Dengan metode servqual bisa dilihat apakah harapan dan kenyataan sang objek da’wah terhadap oraganisasi tersebut sebanding. Nantinya objek da’wah ini pun bisa dibagi-bagi menjadi beberapa lingkup. Bisa dikelompokkan berdasarkan pemahaman, pengalaman, keilmuan, umur, dan lain-lain.
Persepsi internal control (internal control perseption) melihat seberapa jauh sebuah organisasi da’wah dapat mengendalikan kondisi dalam tubuhnya. Seberapa besar kemampuan orang-orang didalamnya dapat bergerak. Atau seberapa efektif metode-metode maupun perangkat-perangkat da’wah dapat berfungsi. Manhaj da’wah kampus yang sudah ada juga bisa ditingkat potensi penggunaannya.

Persepsi keuangan (financial perseption) melihat seberapa jauh kondisi keuangan organisasi da’wah dapat menunjang semua strategi dan agenda-agenda da’wah yang sudah tersusun. BSc dalam persepsi keungan ini juga nantinya akan memberikan solusi-solusi konkrit dalam pengumpulan dana dengan melihat potensi-potensi keuangan yang bisa digali oleh organisasi da’wah tersebut pada umumnya dan para kader-kader pada khususnya.

Persepsi pengembangan dan pertumbuhan ( growth & development perseption). Persepsi ini dinilai sebagai suatu dasar atau jantungnya organisasi da’wah. Karena persepsi ini diarahkan pointers-nya kepada para ADK-ADKnya yang tidak lain adalah para penggerak organisasi itu sendiri. Dalam sudut pandang ini kembali bisa digunakan metode servqual untuk melihat seberapa besar potensi para ADK dan seberapa besar harapan-harapan para ADK dibandingkan dengan kenyataan yang terjadi. Sudah banyak cara meningkatkan pemahaman, tarbiyah, maupun mental da’wah para ADK, namun karena masih beragam maka ada baiknya dibentuk suatu metode evaluasi (taqwim) yang bisa diukur. Bila cara pengukuran ini efektif maka akan menghasilkan suplemen-suplemen yang sangat dibutuhkan para ADK.

Itulah sekilas rencana penulisan tentang BSC LDK ini. Penjabaran secara utuhnya akan segera disusun dengan baik. Apabila ada usulan dalam rencana penulisan ini insya Alloh penulis sangat terbuka. Karena penulisan ini “baru” didasarkan atas pengetahuan dasar penulis tentang Lembaga Da’wah Kampus dan Metode Balanced Scorecard. Wallohua’lam bishowab… (DAI) Our online pharmacy is the perfect resource for people to get their drugs without any hassles or awkwardness. buy cialis We work hard to make sure you save money every time you shop with us. buy levitrabuy soma At our online store, you pay less and get more. buy viagra

By al_ichsan, 14 December 2007, 23:12 o'clock

Add your own comment or set a trackback

Currently 4 comments

  1. Comment by Lina

    Ass, saya tertarik dengan ulasan tentang Balanced scorecard, kebetulan saya sedang nyusun skipsi dengan tema Balanced scorecard, boleh saya konsultasi tentang BSC, syukron.

  2. Comment by Faisal

    Assalaimualikum..

    Mas saya rencana mau ngambil juduk TA ttg SERVQUAL.

    bisa diajarin gak mas???

    Makasih…

  3. Comment by al_ichsan

    W’slm wr wb….
    Betul itu thesis kelulusan saya saat di MT BSM. Sebenarnya hanya penelitian biasa saja.
    Boleh saja dibaca, tapi thesis ini bukan seperti thesis versi lulus kuliah S1 atau S2.
    Hanya penelitian kecil-kecilan yang ditugaskan oleh manajemen BSM kpd kami karyawan2 MT.
    Wslm.

    Dimas Al Ichsan
    www.daichsan@syariahmandiri.co.id

  4. Comment by Nurhastuty

    Assalamualaikum Wr Wb,

    Mas Hudfaizah, thesisnya berjudul analisis Balanced Scorecard pada BSM cabang Pekanbaru?

    Kebetulan sekali Mas, tema skripsi saya juga mengenai Balanced Scorecard pada BSM..tetapi saya sedang menunggu panggilan kantor pusat untuk penelitian di sana…Kalo Mas, tidak keberatan bolehkah saya membaca thesis Mas Hudfaizah?

    Saya Nusrhastuty, Mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, angkatan 2004..Syukron

Add your own comment



Follow comments according to this article through a RSS 2.0 feed