Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Tidaklah seseorang makan suatu makanan yang lebih baik dari makanan yang diperoleh dari hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya nabi Allah Daud AS. makan dari hasil usahanya.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Mon, 22 March 2010


[ Search ]
 
Indojilbab.com
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1959  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...38. 3. Betapa banyaknya umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, lalu mereka meminta tolong padahal (waktu itu) bukanlah saat untuk lari melepaskan diri.   (QS. Shaad [38] : 3)
 
Kajian [1657 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Ancaman Terhadap Organisasi Pergerakan Islam (Bagian ke-3): Kafir yang Memerangi
Posted by: Admin on Saturday, January 24, 2009 - 02:44

Hudzaifah.org - "Orang mukmin senantiasa berada di antara lima ancaman berat, yaitu mukmin yang mendengkinya, munafik yang membencinya, kafir yang memeranginya, syetan yang menyesatkannya, dan nafsu yang melawannya." (Hadits ini dikeluarkan oleh Abu Bakar bin Lai dari Hadits Ana dalam Makarim Al-Akhlak).

3. Kafir yang Memerangi

Perintangan pergerakan Islam lainnya datang dari orang-orang kafir yang memerangi. Orang-orang kafir adalah pejuang dan penyebar kebatilan. Mereka adalah antek-antek syaitan di setiap zaman. Mereka adalah musuh keadilan dan kebenaran di sepanjang masa hingga hari kiamat. Pertarungan klasik sejak manusia diciptakan. Pertarungan itu sudah ada bahkan di dalam diri manusia, yaitu antara kebenaran dan kebatilan, unsur ruh dan unsur jasad, potensi fujur dan takwa. Orang-orang kafir adalah orang-orang yang potensi takwanya (fitrahnya) telah tertutupi oleh potensi fujur-nya, sebaliknya orang-orang beriman adalah orang-orang yang potensi takwanya berhasil mengendalikan dan mendominasi potensi fujur-nya.

Tentang upaya orang-orang kafir untuk memerangi orang-orang beriman, Allah SWT menjelaskan,

"Sesungguhnya orang-orang kafir itu menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanam-lah orang-orang kafir itu dikumpulkan. Supaya Allah memisahkan golongan yang buruk dari yang baik dan menjadikan golongan yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu semuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang merugi.” (QS. Al Anfal: 36-37)

Orang-orang kafir memerangi gerakan dakwah Islam sejak Allah SWT menciptakan Nabi Adam AS. Kemudian penentangan itu terus dilanjutkan terhadap semua risalah dan para Rasul pembawanya. Dalam sejarah, Firaun menentang risalah kebenaran yang dibawa Nabi Musa AS.

“Dan sesungguhnya telah kami utus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami dan keterangan yang nyata kepada Firaun, Haman, dan Qarun. Maka mereka berkata, ‘Ia adalah ahli sihir yang pendusta’. Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, ‘Bunuhlah anak-anak dari orang-orang yang beriman bersama dengan dia biarkanlah hidup wanita-wanita mereka’. Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain adalah sia-sia belaka.”
(QS. Al Mukmin: 23-25).

Nabi Ibrahim AS juga ditentang oleh kaumnya yang menyembah berhala.

“Maka tidak adalah jawaban kaum Ibrahim selain mengatakan, ‘Bunuhlah atau bakarlah dia.’ Lalu Allah menyelamatkannya dari api. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi orang-orang beriman.”
(QS. Al Ankabut: 24)

Nabi Isa AS yang menyeru Bani Israil mendapat perlakuan sama dengan nabi-nabi sebelumnya.

“Sesungguhnya Allah, Rabbku dan Rabbmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia, ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan dien Allah?’ Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab, ‘Kamilah penolong-penolong (din) Allah. Kami beriman kepada Allah, dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri. Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).’ Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Ali Imran: 51-54)

Demikianlah sikap penentangan orang-orang kafir terhadap para Nabi Allah dan para Rasul-Nya. Sikap perlawanan itu dijelaskan dalam Al Qur’an,

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putra Maryam, dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kami menyombongkan diri, maka beberapa orang (nabi dan rasul) di antara mereka kamu dustakan dan beberapa orang yang lain kamu bunuh?”
(QS. Al Baqarah: 87)

Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dalam mendakwahkan risalahnya banyak mendapat gangguan dan rintangan dari orang-orang kafir. Beberapa kali Rasulullah SAW menghadapi upaya pembunuhan yang direncanakan mereka. Dalam perjalanan ke Thaif, orang-orang kafir menggerakkan anak-anak muda untuk melempari beliau dengan batu. Wajah beliau berdarah-darah. Namun beliau tidak melakukan perlawanan. Beliau tetap berharap orang-orang kafir itu menyadari kekeliruannya.

Pada waktu lain, Rasulullah SAW berjalan melewati kumpulan-kumpulan orang-orang kafir. Tiba-tiba mereka bangkit dan menghadang beliau seraya berkata, “Kaukah yang pernah berkata begini begitu?” Dengan penuh percaya diri, Rasulullah SAW menjawab, “Ya akulah orang yang mengatakan demikian!” Orang-orang kafir itu langsung memukuli Rasulullah. Kalaulah Abu Bakar, atas izin Allah, tidak datang menyelamatkan beliau mungkin saja mereka berhasil membunuhnya.

Tidak berhasil dengan rencana pembunuhan yang dilakukan sebelumnya, orang-orang kafir lagi musyrik itu membuat rencana pamungkas untuk kembali membunuh Rasulullah SAW. Rencana yang dimatangkan di Darun Nadwah itu melibatkan seluruh komponen anak muda dari semua kabilah agar bila Rasulullah SAW terbunuh, keluarga beliau tak mampu menuntut. Tipu daya itu diabadikan Allah SWT dan firman-Nya,

“Dan ingatlah ketika orang-orang kafir (Quraisy) merencanakan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu atau mengusirmu. Mereka merencanakan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya mereka. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”
(QS. Al Anfal: 30).

Melihat rencana pembunuhan versi Darun Nadwah menemui kegagalan, orang-orang kafir terus memburu Rasulullah SAW hingga ke Madinah. Shofwan bin Umayyah membayar Umair bin Wahab untuk membunuh Nabi SAW. Namun, ketika Umair memasuki masjid, Rasulullah diberi tahu oleh Allah SWT tentang rencana kedatangan Umair. Lalu beliau memanggilnya, “Hai Umair kemarilah!” Umair pun mendekat. Nabi bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke sini?” Umair berusaha berdusta, dan ketika ia berusaha mempertahankan kedutaannya, Rasulullah SAW bersabda, “Aku tahu, kamu telah berembuk dengan Shofwan bin Umayyah di dekat Ka’bah. Pada waktu itu, Shofwan berjanji akan membebaskan hutangmu dan menanggung keluargamu asalkan kamu mau membunuhku. Tapi Allah telah menahanmu dari rencana jahat itu.” Akhirnya Umair menyadari kesalahannya, dan masuk Islam.

Sejarah Islam pun mencatat kepahlawanan aktivis pergerakan Islam di seluruh dunia yang begitu gigih berusaha membela dien Allah dari pengotoran dan perusakan tangan-tangan orang-orang kafir dan munafik. Mereka berprinsip bahwa hukum Allah harus ditegakkan, dan hukum buatan manusia harus tunduk pada hukum Allah. Said bin Musayyab, tokoh dan pemimpin tabiin, menolak mendukung kebijakan rezim Abdul Malik bin Marwan yang menyimpang dari ketentuan Allah. Beliau dihukum dera 50 kali dan diarak keliling pasar sambil mengingatkan masyarakat agar tidak menghadiri pengajian nya. Sikap teguhnya itu mengakibatkan Said harus menerima siksaan demi siksaan, hingga beliau syahid di jalan Allah.

Saib bin Jubair berhadapan dengan rezim Hajjaj bin Yusuf, penguasa fasik dari Bani Tsaqif. Namun, penyiksaan demi penyiksaan yang dilakukan Hajjaj tak mampu melemahkan semangat jihadnya. Hajjaj memang berhasil menghentikan Said dengan membunuhnya, tapi Hajjaj tak mampu memadamkan api jihad yang berkobar di dalam dadanya. Hal serupa juga dialami Imam Abu Hanifah yang disiksa oleh Abu Ja’far Al Mansur dan Imam Ahmad bin Hambal oleh Al Mu’tashim. Masih banyak lagi para pahlawan pergerakan Islam yang berhasil membawa serta imam dan jihad menemui Sang Kholiq.

Sejarah pergerakan Islam kontemporer juga mencatat nama-nama seperti Sayyid Quthb dan Hasan Al Banna dengan gerakan Ikhwanul Muslimin nya, Yahya Ayas dan para pejuang Palestina, Abdu Rabbir Rasul Sayyaf dengan para mujahidin Afghanistan, menjadi teladan bagi para aktivis pergerakan Islam masa kini dan yang akan datang bahwa setiap upaya menghidupkan dan menegakkan nilai-nilai Islam pasti akan mendapat tantangan dari orang-orang kafir.

Kita pun mencatat nama-nama Pangeran Diponegoro, Teuku Umar, Teuku Cik Di Tiro, Cut Nyak Din, Imam Bonjol, Sultan Hasanuddin, Pangeran Antasari, dan para pemimpin kerajaan Islam lainnya sebagai orang-orang yang menentang upaya kafirisasi kolonialis Belanda di Indonesia. Dan perjuangan pergerakan Islam pasca kemerdekaan pun telah melahirkan nama-nama seperti Buya Hamka dan Natsir sebagai orang-orang yang memiliki komitmen kuat dalam menegakkan nilai-nilai Islam di muka bumi ini. Mereka semua mendapat siksaan dari para penguasa di era masing-masing. Semoga mereka senantiasa mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT.

Itulah sunnatullah. Setiap mukmin akan diuji dengan ujian yang sepadan dengan kualitas keimanannya.

“Apakah kamu akan mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan berbagai macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya, ‘Bilakah datangnya pertolongan Allah?’ Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat.”
(QS. Al Baqarah: 214)

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
(QS. Al Ankabut: 2-3)

Rasulullah SAW bersabda,

“Surga itu dikelilingi oleh berbagai kesulitan yang tidak menyenangkan dan neraka itu dikelilingi oleh kesenangan-kesenangan syahwat.”
(HR. Muslim, Ahmad, dan Tirmidzi)


(Bersambung, bagian ke-4: Syetan yang Menyesatkan)

---
Artikel terkait sebelumnya:

- Ancaman Terhadap Organisasi Pergerakan Islam (Bagian ke-1): Mukmin yang Mendengki
- Ancaman Terhadap Organisasi Pergerakan Islam (Bagian ke-2): Munafik yang Membenci
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Da'wah dan Jihad
· News by Admin


Most-read story in Da'wah dan Jihad:
Definisi Dasar dan Tujuan Dakwah Kampus



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Ancaman Terhadap Organisasi Pergerakan Islam (Bagian ke-3): Kafir yang Memerangi | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya