Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Setiap muslim dengan muslim lainnya adalah haram: darahnya, kehormatannya, dan hartanya.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...27. 25. agar mereka tidak menyembah Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi [1097] dan Yang mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. [1097]. Umpamanya: Menurunkan hujan dari langit,menumbuhkan tanam-tanaman, mengeluarkan logam dari bumi dan sebagainya.   (QS. An Naml [27] : 25)
 
Pernik [1102 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Hari Ibu
Posted by: didit on Monday, December 24, 2007 - 12:26

Hudzaifah.org - Pagi ini tanggal 22 Desember 2007, saat sarapan pagi aku ditemani oleh ibuku. Sambil menyantap roti yang telah dilapisi selai strawberry, aku berbincang sejenak. Awalnya aku hanya sekedar bertanya pada ibuku, “Ma, sekarang tanggal berapa yaa?” kemudian ibuku menjawab, “Sekarang tanggal 22 Desember, sekarang hari ibu”. Lantas ibuku melanjutkan ucapannya, “Seharusnya hari ini mama nggak usah masak, nggak usah beres-beres yaa…” belum sempat aku berkata ibuku lalu berbicara kembali, “Kenapa nggak ada hari ayah Yaa?”

Diam. Tak ada kata yang terucap dari mulutku. Yaa tak ada pertanyaan yang kujawab satupun. Dan ketika itu yang terlintas di benakku hanyalah pertanyaan yang baru saja ibuku ucapkan, “Sekarang hari ibu, seharusnya mama nggak usah masak, nggak usah capek” meskipun ucapan ibuku hanya gurauan saja padaku, tetapi dari ucapannya tersebut membuat aku tersadar akan kedahsyatan kasih sayang dan pengorbanan para ibu di seluruh penjuru dunia.

Selesai makan roti lantas aku pergi ke kamarku, menyalakan komputer utuk menuliskan apa yang ada di alam pikirku saat itu. Perasaan yang ada di hatiku hendak kutuangkan dalam sebuah tulisan, pikirku seketika. Komputer nyala dan sebelum aku membuka Word, terlebih dahulu aku membuka Winamp untuk mendengarkan lantuntan lagu, yang tiap kali aku mendengarnya tak tersadarkan ada butiran-butiran jagung yang membasahi pipiku, lagu bunda dari Melly Goeslaw aku putar dan aku atur untuk selalu diulang tiap kali selesai.

Sambil mendengarkan lagu "Bunda" maka aku melukiskan perasaanku di depan layar 14 inci. Bunda, Ibu, Ummi, Mama, Mami, Mother, what ever you call, untuk sesosok manusia yang jasanya begitu besar bagi kehidupan seluruh manusia di dunia ini, yang pasti tetap mengandung makna yang sama yaitu wanita yang paling engkau cintai setelah Allah dan Rasul tentunya.

Ketika itu aku ingin uraikan setiap detik hidupku, setiap perjalanan waktu yang kulalui bersama ibuku, baik suka ataupun bahagia. Yaa suka dan bahagia, tidak ada duka, karena setiap waktu yang kulalui bersama ibuku kasih sayangnyalah yang telah membalut kesedihan diriku berubah menjadi kebahagiaan. Tapi aku urungkan niatku, karena aku tahu aku takkan pernah sanggup untuk menuliskannya. Tiap kali aku berusaha mencoba menuliskannya air mata tanpa disadari sudah mengembang di kedua mataku dan tak lama kemudian buaian itu turun dengan damainya melintasi pipiku. Air mata bahagia, karena kenagan indah yang telah kulalui bersama ibuku, air mata ceria karena cerita lucu masa kecil ketika meminta mainan pada ibu, air mata haru karena teringat perjuangan ditengah deras hujan untuk mencari rumah kontrakan baru.

Teringat dialog yang baru saja aku lakukan, maka diriku pun terbang ke masa lampau. Ketika masih SD aku ingat setiap kali hari ibu maka di sekolahku cukup semarak diadakan berbagai perlombaan yang ditujukan bagi ibu para siswa. Memasuki SMP hingga kini kemeriahan itu sudah tak kutemukan kembali. Itulah pertanyaan yang ingin kutanyakan bagi para remaja sekarang ini. Mengapa tak ada lagi rangkaian kegiatan yang dapat memberikan kebahagian bagi para ibu kita? Mengapa tidak ada acara yang dapat membuat ibu-ibu kita bisa rehat sejenak dari beragam kesibukannya? Bukankah tidak jadi masalah kalau ibu kita merasakan kegembiraan satu hari saja dari satu tahun kesibukannya? Mengapa juga kita masih saja sibuk mengurusi diri sendiri tanpa mau menggantikan pekerjaan ibu kita satu hari saja?

Di hari ibu ini, aku tahu aku takkan mampu menuliskan kebaikan yang telah aku peroleh darinya. Di hari ibu ini aku tahu begitu banyak pengorbanan yang telah ibuku lakukan untukku tapi aku tak mampu membalasnya. Di hari ibu ini, aku tersadarkan bahwa aku bukanlah siapa-siapa, aku tahu apa yang aku perbuat belum tentu dapat membalas jasa kebaikan ibuku apalagi mengantar ibuku menuju surgaNya. Tapi di hari ibu ini setidaknya ada pelajaran yang dapat kuambil, pelajaran terpenting dari banyaknya pelajaran hidup yaitu keikhlasan. Meskipun sekarang hari ibu tetapi hampir seluruh ibu tetap melakukan kewajibannya sebagai seorang ibu! Sebagai seorang anak kita yang harus menanyakan diri kita, kenapa pada hal seperti ini sampai terlupakan? Ahh ibu, senyum, semangat serta keikhlasanmu takkan pernah luntur di hati anak-anak bumi. I Love You Mom. Happy Mother’s Day.
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Keluarga
· News by didit


Most-read story in Keluarga:
Pendidikan Orang tua ke anak



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Hari Ibu | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya