Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Dari Abu Hurairah bahwa seseorang bertanya, "Wahai Rasul Allah, ada orang yang menginginkan jihad fii sabilillah, sementara dia menghendaki perhiasan di dunia?" Rasulullah menjawab, "Ia tidak mendapatkan pahala apa-apa." Pertanyaan itu diulang sampai tiga kali dan setiap kali selalu dijawab oleh Rasulullah, "Ia tidak mendapatkan pahala apa-apa."

-- HR. Abu Daud

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...80. 18. Dari apakah Allah menciptakannya?   (QS. 'Abasa [80] : 18)
 
Kajian [2042 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Mahasiswa Sebagai Tulang Punggung Perubahan
Posted by: SangHikmah on Monday, October 29, 2007 - 03:56

Pemuda Islam adalah pemuda harapan
Yang dengan tangannya lahir sebuah kejayaan
Menapak kehidupan dengan cahaya iman
Bergerak ke depan raih kebangkitan islam

Kita adalah singa-singa Ar-rohman
Hancur binasa musuh berbisa
Kita pejuang pembela kebenaran
Lepas belenggu runtuhkan angkara murka

Semangatmu bagai api menyala
Tergugahlah jiwa tuk turut berjuang
Pandangan matamu tebarkan cahaya
Hapus angan-angan raih kemenangan..raih kemenangan

Bangkitlah hai pemuda Islam
Kau tunas harapan penuh penantian
Wujudkanlah cita dan impian
dengan kekuatan kita kan berjaya

Bergerak ke depan raih kemenangan..
raih kemenangan..raih kemenangan!


- Ar Ruhul Jadid-


Hudzaifah.org - Pemuda yang secara umum diartikan sebagai mahasiswa atau kaum terpelajar memiliki potensi yang sangat besar dalam melakukan proses perubahan. Mahasiswa adalah sosok yang suka berkreasi, idealis dan memiliki keberanian serta menjadi inspirator dengan gagasan dan tuntutannya.

Ummat Islam saat ini sedang menantikan siapa yang akan mengembalikan bangunannya kembali, mengeluarkan mereka dari kejahiliahan, dan menyelesaikan problem-problem keumatan. Bukan ulama, umara, politisi atau pengusaha yang mampu mengatasi problematika umat, tapi pemuda jawabannya. Dengan segala potensi yang dimilikinya, pemudalah yang diharapkan mampu menyelesaikan problematika umat.

Pemuda dalam masa keingintahuan yang besar, pembentukan kepribadian, penuh perhatian terhadap problematika masyarakat, siap memberi dan berkorban. Ketika sekelompok pelajar bergerak dalam suatu amal yang terpadu menuju kebangkitan umat, maka aktivitas dan gerakan mereka disebut Amal Thullaby.

Mahfudz Shiddiq dalam buku Risalah Dakwah Thullabiyah mengungkapkan mahasiswa tampil sebagai garda depan dengan keberanian dan pengorbananya bahkan sering dikenang sebagai pahlawan. Maka dari itu mahasiswa selalu menjadi tulang-punggung perubahan dengan mengemban misi sebagai Agent of Change. Alasan mengapa mahasiswa-lah yang mengemban amanah mengembalikan bangunan Islam yang runtuh adalah:

1. Pemuda memiliki semua kekuatan yang dibutuhkan untuk membangun peradaban: tenaga, akal, skill, semangat, idealisme dan relasi.

2. Objektif
Pemuda yang berwawasan problematika umat memandang jauh ke masa depan, berfikir positif serta objektif. Pemuda adalah sekolompok generasi yang sedikit memiliki beban kepentingan sehingga potensinya dapat digunakan secara optimal.

3. Kelompok yang selalu bekerja.
Pemuda yang berwawasan problematika umat lebih menguasai medan pertempuran aqidah dan ideologi daripada orang yang tidak memiliki tsaqofah yang dalam atau memiliki kepentingan-kepentingan.

4. Wanita & Pria
Keduanya bekerja bersama-sama dalam menjalankan tugas dan menyibukkan diri dalam masyarakat.

5. Demokrasi
Kebebasan yang diusung pemuda melahirkan faham demokrasi dan anti diktatorisme sehingga perpecahan diantara mereka jauh lebih sedikit dibandingkan generasi lainnya.

6. Bersifat internasional
Ditemukan bahwa pemuda jauh dari potensi fanatisme regional: negeri, bangsa, warna kulit dan bahasa.

Dalam rangka mengatasi berbagai persoalan umat tersebut, pemuda yang bekerja mutlak memerlukan garis-garis besar dalam amal thullaby. Hal ini diperlukan untuk membingkai kerja dan melindungi amal thullabi (Aktivitas yang dilakukan sekelompok pemuda dalam satu amal yang terpadu menuju kebangkitan umat) dari penyimpangan internal dan bahaya external. Peserta pelatihan dapat mengetahui urgensi liqo tarbawi, jenis-jenisnya, teknik mengelolanya dimulai dari persiapan yang baik, memilih pesertanya, melakukan penilaian, sarana-sarana yang digunakan, mengevaluasi hasil tarbiyah dan kemajuan pesertanya.


Kebijakan Umum Amal Thullaby.

Dalam buku Risalah Pergerakan Pemuda Islam, karya Musthafa Muhammad Thahan, kebijakan umum Amal Thullabi adalah :

1. Al-`Aqidah
Aqidah islamiyah dan nilai-nilainya adalah sumber petunjuk dan pengarahan.

2. Al-Hurriyyah (Kemerdekaan)
Pemuda melaksanakan peranannya secara bebas tanpa ada yang boleh menghalanginya.

3. Al-Wahdah (Kesatuan)
Amal yang bersatu dalam barisan yang rapih, dan kokoh.

4. Al-Binaa (Pembinaan)
Amal yang bertujuan dalam proyek kaderisasi.

5. Asy-Syuuro (Musyawarah)
Syuro yang mengikat dan demokrasi adalah sarana yang tepat dalam mengambil keputusan.

6. Al-Akhlaaq (Perilaku)
Amal yang berkomitmen dengan akhlak dan suluk yang lurus.

7. Al-Hiwaar (Dialog)
Saling memahami dan mengutamakan dialog dalam menyikapi perbedaan.

8. Al-`Alaniyyah (Terang-terangan)
Aktivitas yang terang-terangan dan tidak tersembunyi.

9. Al-Infitaah (Terbuka)
Menjalin kerjasama dengan semua pihak dan manjauhi fanatisme yang sempit.

10. Ar-Riyaadah (Kepeloporan)
Selalu terdepan dalam setiap medan amal.

11. Al-Mu-Assasiyyah (Kelembagaan)
Dilaksanakan memalui lembaga didasari dengan perencanaan yang matang dan manajemen yang benar.

12. Al-Awlawiyyah (Prioritas)
Serius menempatkan aktivitasnya berdasarkan skala prioritas.

13. Al-Wathoniyyah (Kebangsaan)
Aktivitas kebangsaan yang mulai dimana ia membela hak-hak dan nilai luhur bangsanya.

14. Al-`Aalamiyyah(Internasional)
Memiliki hubungan dengan seluruh gerakan pemuda di berbagai belahan dunia.

15. Al-Insaaniyyah (Kemanusiaan)
Bersifat manusiawi dan membela hak asasi manusia tanpa memandang agamanya.


Pelatihan (Dauroh)

Pelajar memerlukan tsaqofah (pengetahuan) yang luas untuk menjalankan tugas-tugas Amal Thullaby sementara waktu yang dimilikinya terbatas dan terbagi antara belajar, kerja da`wah dan kewajibannya yang lain. Maka ia sangat membutuhkan kemampuan membaca cepat dan mentasqif dirinya. Dalam training ini, pelajar mempelajari bagaimana meningkatkan kemampuan membaca, mengurangi waktu yang dibutuhkanuntuk memahami bacaan, bagaimana menentukan inti tulisan, unsur pentingnya dan sasarannya.

Pelatihan juga mempersiapkan pelajar menjadi pembicara atau khotib yang handal, karena amal thullaby selalu membutuhkan para pembicara dan khatib yang dapat berbicara dan mempengaruhi audiens. Dalam pelatihan ini, pelajar memepelajari cara menyiapkan kalimat, syarat kalimat yang baik, menggunakan bahasa gerak tubuh saat berbicara, permasalahan dalam menyampaikan sebuah tema dan bagaimana menghadapinya.

Pelatihan asasi bagi pelajar yang akan membantunya dalam meraih ilmu, dan prestasi akademik melalui metode belajar dan menghafal yang baik, mengenal waktu yang terbaik untuk belajar, teknik mendengar, dan memperhatikan pelajaran di kelas, teknik membaca, teknik meringkas, teknik belajar bersama, dan bagaimana mengkompromikan hobi dan belajar.

Program pelatihan amal thullaby yang mengembangkan 4 bidang kemampuan yang asasi :

1. Pengembangan kemampuan diri
2. Pengembangan kemampuan Tarbawi, fikri dan haroki
3. Pengembangan kemampuan ketrampilan ke-thullabiah-an
4. Pengembangan kemampuan iddariyah

Program juga telah dibagi menjadi 2 :
1. Daurah asasiyyah (pelatihan utama)
2. Daurah idhofiyah (pelatihan tambahan)

Daurah Asasiyyah (Pelatihan Utama)

1. Pengembangan kemampuan diri
- Manajemen waktu
- Bagaimana berprestasi dalam studi
- Teknik dialog dan diskusi
- Self confidence

2. Pengembangan kemampuan Tarbawi, fikri dan haroki
- Komunikasi personal
- Komunikasi kelompok
- Sejarah amal thullaby
- Sejarah gerakan kontemporer di tanah air

3. Pengembangan kemampuan ketrampilan ke-thullabiah-an
- Bersikap terbuka (penopangnya, memulai persahabatan, kemampuan memberikan kepuasan)

4. Pengembangan kemampuan iddariyah


Daurah Idhofiyah (Pelatihan Tambahan)

1. Pengembangan kemampuan diri
- kemahiran mendengar
- kemahiran dalam menyampaikan dan berbicara
- membaca cepat

2. Pengembangan kemampuan Tarbawi, fikri dan haroki
- tantangan amal thullaby
- tantangan gerakan islam dalam negeri

3. Pengembangan kemampuan ketrampilan ke-thullabiah-an
- beramal bersama kelompok pilihan

4. Pengembangan kemampuan iddariyah
- mengenal sifat dan karakter diri
- bersikap terbuka


Sarana Lain Amal Thullaby selain sarana utama yaitu :

1. Perpustakaan (library)
2. Pasca sarjana
3. Lembaga/ himpunan pelajar
4. Hubungan internasional
5. Perbaikan buku pelajar
6. Pengembangan universitas
7. Majalah & koran
8. Ceramah di kelas
9. Halaqah ilmiah
10. Halaqah tarbawiyah
11.Buku-buku bermutu
12. Seminar
13. Ikatan ilmiah
14. Ikatan pelajar berprestasi

Dan sarana penting lain yang dibutuhkan pelajar dan membantunya dalam memahami jalan yang ditempuh, meluruskan perilakunya serta menumbuhkan kemampuan dan keahliannya

Kelompok yang kecil tapi besar potensinya ini sering mendapat tekanan eksternal yang mencoba memberikan pengaruh negatif dan menyimpangkannya dari tujuan mulia. Oleh karena itu para aktivis amal thullaby harus mengambil langkah berikut ;

1. Membedakan tujuan dan sarana

2. Menjadi orang yang penuh inisiatif dan segera beramal

3. Selalu menjadi orang yang positif dan membangun serta kreatif


Gerakan Mahasiswa dan Hari Al-Quds sedunia

Hari Al-Quds sedunia, 21 Agustus, memiliki tempat khusus bagi gerakan mahasiswa di seluruh dunia dan aktivis amal thullaby harus memperingati hari bersejarah ini dengan membuat langkah –langkah dan program yang baik guna mengambil manfaatnya. Nilai-nilai penting yang harus dimuculkan pada momentum ini adalah;

1. Mengokohkan pentingnya masalah Palestina, Al-Quds , dan Al-Aqsa serta menghidupkannya dalam jiwa kaum muslimin.

2. Melawan setiap serangan musuh terhadap Palestina dan usaha-usaha untuk merubah hakikat permasalahannya.

3. Menyingkap peran barat dan Zionis internasional dalam merampas tanah Palestina dan mendirikan Negara Israel di jantung dunia Islam , melindungi dan membelanya.

4. Membantu rakyat Palestina yang sedang berjihad baik moril maupun materil.

5. Mengokohkan ikatan dankesatuan kaum muslimin serta internasionalisme amal thullaby.

6. Mengokohkan peran kepeloporan amal thullaby dalam mengupayakan solusi prooblematika ummat di mana pun berada.


Sarana memperingati Hari Al-Quds Sedunia

Amal thullaby harus berupaya membuat beragam kegiatan dalam bidang yang berbeda untuk merespon keinginan para mahasiswa yang berbeda mulai dari tsaqofah, olahraga, sosial, kesenian, politik, dll.

Demikian pula, dalam memperingati Hari Al-Quds sedunia, aktivis amal thullaby harus kreatif dan inovatif membuat sarana –sarana baru setiap tahun agar tidak menimbulkan rasa jemu dan bosan. Diantara sarana yang mungkin digunakan;

1. Ceramah, seminar, majelis tsaqofah dan siyasiyyah

2. Demonstrasi damai

3. Penerbitan: bulletin, buku kecil, kaset, video, CD computer

4. Seni: teater, nasyid, dan festival seni lain

5. Musabaqoh tsaqofiyyah atau seni tentang Al-Quds dan Palestina.




By : Jundullah 0719
dari berbagai sumber
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· Milis UKM Islam Hudzaifah
· KAMMI
· More about Dunia Kemahasiswaan
· News by SangHikmah


Most-read story in Dunia Kemahasiswaan:
Kisah Cinta dari Masjid Kampus



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Mahasiswa Sebagai Tulang Punggung Perubahan | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya