Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Manusia itu seperti tambang. Yang terbaik di antara mereka dalam (pada masa) jahiliyah adalah juga yang terbaik dalam (di masa) Islam, jika mereka memahami.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...31. 11. Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.   (QS. Luqman [31] : 11)
 
Opini dan Aspirasi [1217 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Visi Indonesia Madani (Bagian-1)
Posted by: arya_s on Tuesday, October 16, 2007 - 09:55

Tinjauan Historis Hari Kemerdekaan


Oleh: Arya Sandhiyudha *)

Cita-Cita Luhur

Hudzaifah.org - Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya pada hari Jumat 17 Agustus 1945 bertepatan dengan 9 Ramadhan 1364 H. Artinya, pada pekan kedua Ramadhan (tahun 2007, red) ini kita akan bersua lekat dengan hari, tanggal, dan bulan yang sama dengan 64 tahun yang lalu dalam hitungan qomariyah (64 tahun). Satu momentum yang sepatutnya mengingatkan kembali tentang fundamen moril dibalik kemerdekaan bangsa ini.

Bung Karno, dalam wawancaranya dengan Cindy Adam (US) menyatakan argumentasi yang sangat relijius. Bung Karno saat itu mengaku memilih tanggal tujuh belas dipengaruhi oleh kewajiban shalat yang dijalankan oleh setiap muslim sebanyak 17 rakaat dalam setiap hari. Saya tidak hendak mengajak kita untuk mengambil ini sebagai sebuah rujukan atau metodologis resmi dalam cara mengambil “hari baik”. Namun, apabila ada motivasi semacam itu, maka sepatutnya pula kemerdekaan sebagai sebuah “jembatan emas” haruslah punya makna untuk diantarkan kepada sebuah kehidupan baru. Kehidupan baru yang madani, yang tegak didalamnya kenyamanan dan support penuh struktural kultural dalam berbagai pelaksanaan ibadah. Sholat terutama.

Dalam wawancaranya pula, Bung Karno mengutarakan bahwa pemilihan bulan Ramadhan yang dikawinkan dengan tanggal tujuh belas pada hitungan masehi-nya, dimaksudkan agar identik dengan hari “nuzulul Quran” yang diyakini oleh mayoritas kaum muslimin di Indonesia. Hari tersebut merupakan hari turunnya Kitab suci yang menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim, yang kemudian menjadi landasan berfikir sebuah manifesto politik termodern masa itu bernama Piagam Madinah.

Argumentasi ketiga, yaitu mengenai dipilihnya hari Jum’at juga disebabkan karena hari Jum’at dalam ajaran Islam merupakan “sayyidul ayyam“, ibu dari semua hari yang ada. Itulah tiga sebab Bung karno memilih hari Proklamasi pada Jum’at, tanggal tujuh belas masehi, dan bulan Ramadhan secara hitungan hijri.

Dalam konstitusi sah negara kita, teks pembukaan UUD menyebutkan bahwa “kemerdekaan adalah rahmat daripada Tuhan Yang Maha Esa”. Rahmat berasal dari kalimat: ra-hi-ma –yarhamu yang bermakna "sesuatu pemberian dan anugerah". Rahmat biasanya dihubungkan kepada pemberi rahmat, Tuhan Yang Maha Kuasa, sebab tidak ada yang dapat memberikan sesuatu rahmat kecuali hanya Allah saja. Jika ada seseorang manusia berkeyakinan bahwa rahmat dapat bersumber daripada selain Allah, maka orang itu telah terjatuh ke dalam kesesatan dan kemusyrikan. Sebab itu setiap bangsa harus meyakini bahwasanya kemerdekaan yang di dapat oleh bangsa Indonesia adalah rahmat daripada Allah semata-mata setelah masyarakat berjuang melawan penjajahan.

Ini ekspresi religiusitas yang amat nyata dari para founding fathers, sekaligus dapat ditafsirkan sebagai cita-cita luhur Indonesia pasca-merdeka. Bung Karno dalam banyak kesempatan, pidato-pidatonya, atau dalam edisi cetak “Indonesia menggugat” kita dengar sering mengatakan bahwa kemerdekaan adalah “jembatan emas”. Artinya, setelah jembatan itu jadi, ada sebuah cita tentang tata dunia baru. Merdeka adalah a bridge to the dream world, dan itu belum terwujud. Bahkan takkan pernah lahir dalam realita kita jika anak-anak bangsa tidak mengapresiasi rahmat kemerdekaan yang sudah ada secara tepat.

Diantara indikasi telah terlaksananya apresiasi terhadap rahmat Tuhan Yang Maha Esa adalah kerendahan hati untuk mengembalikan segalanya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam Al Qur'an, surat Al-Kahfi mencatat kerendah-hatian seorang Dzulqarnain, ahli metalurgi sekaligus penguasa muslim, yang setelah sukses menyelamatkan sebuah kaum dari teror negara (state terorism) Ya’juj-Ma’juj kemudian menisbatkan kesukseskannya kepada Tuhannya.

Hadza rohmatun min rabbi

Ini rahmat dari Tuhanku (Qs.18: 98)

Padahal jelas-jelas tembok itu dibangun atas kecerdasan dan kepeloporan dirinya! Namun, Dzulqarnain tetap mampu mengendalikan ego-nya untuk tidak berbangga diri dan menggunakan segala keberhasilannya untuk menerima ‘upeti’ yang ditawarkan oleh kaum yang telah diselamatkannya itu.

Mungkin, kita perlu mengkaji secara filosofis peran-peran Dzulqarnain dari caranya mengapresiasi rahmat ALLAH. Agar Indonesia yang diproklamirkan pada bulan diturunkannya Al Qur'an, dapat menuai berkah dari langkah-langkah kenegaraan yang Qurani. []


*)
Penulis Buku “Renovasi Da’wah Kampus dan Indonesia”. (KAF Publishing 2007)
Aktif sebagai Ketua Yayasan Reviva Indonesia (RI)

Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Politik dan Hub Internasional
· News by arya_s


Most-read story in Politik dan Hub Internasional:
Pengantar Politik Islam



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Visi Indonesia Madani (Bagian-1) | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya