|
|
|
| Pernik |
[1526 Reads]  |
|
Aku Ingin Menjadi Superstar |
Posted by: admin on Wednesday, January 31, 2007 - 10:55
|
Oleh: Walid
Hudzaifah.org - Suatu hari saya menonton acara DSDS (Deutschland sucht den Superstar / Jerman mencari Superstar). Bukan bermaksud menganjurkan atau mempromosikan acara ini, tetapi ada satu hal yang menarik bagi saya, terutama saat melihat usaha para muda-mudi Jerman yang berusia rata-rata 15 sampai 30-an tahun mengejar mimpi mereka menjadi seorang superstar.
Seringkali saya tertawa geli dan kadang prihatin melihat kenekatan dan keberanian mereka di depan dewan juri untuk menunjukkan kemampuannya. Ada yang pasrah divonis gagal mengikuti audisi tahap berikutnya, karena memang kuliatas suaranya tidak sebaik keberaniannya. Ada juga yang bersikeras dan berusaha menolak keputusan dewan juri karena yakin dirinya mampu untuk bernyanyi. Sudah barang tentu ada yang pantas dan lulus ke babak berikutnya di Kota Berlin. Yang cukup menarik, sempat ada seorang remaja berusia 19 tahun yang mengatakan bahwa dia ingin sekali membahagiakan istri dan putra pertamanya, bila kelak menjadi superstar. Saat ia menyanyi dengan petikan gitar terlihat penuh dengan keseriusan dan terbersit gejolak emosi diwajahnya menahan harapan. Saat dia dinyatakan lulus, ia tampak begitu bahagia seraya memberikan foto anaknya yang masih berusia beberapa bulan kepada dewan juri. Ya…ujian dan beban kehidupan memang membuat kita menjadi lebih tegar dan lebih serius menapaki terjalnya tantangan hidup!
Mereka saja yang masih mengejar mimpi dunia untuk menjadi supertar bisa sedemikian serius, lalu bagaimana dengan kita para pemuda dan pemudi muslim untuk meraih gelar superstar dari Allah SWT. Mengapa saya katakan kita juga ingin menjadi superstar, ingatkah kita dengan doa yang kita ucapkan setiap habis sholat?
"Rabbana hab lana min azwajina wa dzuriyyatina qurrata a’yunin waj’alna lil muttaqina imaman." Artinya: “Ya Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami dari istri-istri kami dan anak cucu kami yang menyenangkan kami dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa." (QS. Al-Furqan : 74)
Di dalam rangkaian doa tersebut ada kalimat waj’alna lil muttaqina imaman dan jadikanlah kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Kalau kita renungi sesungguhnya doa itu benar-benar dahsyat dan bombastis. Karena kita mempunyai visi untuk mejadi imam atau pemimpin, terlebih lagi yang kita pimpin adalah orang-orang yang bertaqwa. Artinya kita ingin menjadi superstar diantara orang-orang super.
Tinggal tersisa sebuah pertanyaan, sudah seberapa seriuskah usaha kita untuk menjadi seorang superstar, untuk menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa? Sudahkan kita maksimalkan semua apa yang telah Allah berikan kepada kita? Dan sudahkan kita mensyukurinya? Yang pasti tidak pernah ada kata terlambat untuk menjadi seorang superstar, selama malaikat Izrail belum menjemput nyawa kita. Walaupun hanya tersisa satu menit mari kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk meraih cita. []
|
| |
|
| Aku Ingin Menjadi Superstar | Log-in or register a new user account | 0 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
|