Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Barangsiapa yang datang kepada kalian - sementara kalian sudah bersatu - untuk memecah belah kekuatan kalian, maka penggallah ia dengan pedang, bagaimanapun keadaannya.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...93. 9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.   (QS. Adh Dhuhaa [93] : 9)
 
Kajian [1688 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Ar-Risywah (Suap / Korupsi)
Posted by: anugerah_w on Friday, December 08, 2006 - 09:53

Hudzaifah.org - "Hancurnya bangsa-bangsa sebelum kamu disebabkan oleh tindakan mereka yang membiarkan orang-orang terhormat melakukan Pencurian (KORUPSI), sedangkan bila orang-orang lemah (rakyat kecil) yang mencuri, HUKUM potong tangan dijatuhkan kepada mereka. Demi diriku yang berada ditangan-Nya, andaikan Fatimah putri Muhammad mencuri niscaya akan kupotong tangannya."(HR Ahmad, Muslim dan an-Nasa'i).

Sesungguhnya sesuatu yang diharamkan dalam ajaran Islam adalahsuap. Hukum suap menjadi sangat diharamkan jika tujuannya adalah memutarbalikkkan yang batil menjadi benar atau membenarkan kebatilan atau menganiaya seseorang.

Menurut Ibnu Abidin Rohimahulloh: Suap adalah sesuatu yang diberikan seseorang kepada hakim atau lainya supaya orang itu memutuskan sesuatu hal yang memihak kepadanya atau agar ia memperoleh keinginanya. (dengan pemberian tersebut‑pent).

Pemberian itu adakalanya berupa harta benda, uang atau apa saja yang bermanfaat bagi si penerima sehingga keinginan penyuap tersebut dapat terwujud.

Suap termasuk salah satu dosa besar yang diharamkan Allah SWT atas hamba-­hambaNya, dan Rasulullah pun melaknat pelakunya.Maka kita wajib menjauhi dan waspada terhadapnya serta memberi petingatan kepada orang yang melakukannya karena suap mengandung kejahatan dan merupakan dosa besar yang berakibat sangat buruk. Allah SWT melarang kita bekerjasama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran. Allah SWT berfirman:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (Al Maidah: 2)

Allah SWT juga melarang kita mema­kan harta orang lain dengan cara yang batil, sebagaimana firmanNya yang artinya:

"Dan janganlah sebakagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu menge­tahui. " (Al Baqarah: 18

Suap termasuk cara paling keji dalam mengambil harta orang lain dengan jalan batil, karena ia memberi uang kepada orang lain (secara tidak semestinya) dengan maksud untuk menghalangi kebenaran

Pengharaman suap meliputi 3 unsur yaitu: Penyuap, yangdisuap dan perantara dari keduanya, sebagaimana sabda Rasulullah :

”Allah SWT melaknat penyuap, yang disuap dan perantara dari keduanya." (HR. Ahmad dan Thabrani)

Laknat Allah SWT itu berarti diusir atau dijauhkan dari limpahan rahmatNya (Naudzubillahi min dzalik) dan ini hanya terjadi pada perbuatan dosa besar. Suap merupakan perbuatan buruk dan diharamkan Al Qur'an dan As Sunnah. Dan sungguh Allah SWT telah mengancam dan mencela orang‑orang Yahudi karena memakan yang haram, sebagaimana FirmanNya, yang artinya:”Mereka itu adalah orang‑orangyang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram." (Al Maidah: 42)

Begitu juga firmanNya, yang artinya:

"Dan kamu akan melikat kebanyakan dari mereka (orang‑orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang‑orang alim mereka, pendeta‑pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu." (Al Maidah: 62‑63)

Terdapat banyak hadits yang memberikan peringatan kepada kita dari perbuatan yang haram ini dan menerangkan akibat buruk bagi pelakunya, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan Ibnu Jarir dari Ibnu Umar dari Nabi, beliau bersabda :

'Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas baginya. " Kernudian ditanyakan kepada Nabi SAW : "Apakah barang yang haram itu?" Nabi menjawab: "Suap dalam proses kukum."

Diriwayatkan dari Imam Ahmad dari Amr bin Ash Rodhiallohu’anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :

"Sesungguhnya Allah SWT itu Baik, tidak mau menerima kecuali baik dan sesungguhnya Allah Menyuruh orang- orang mukmin sebagaimana menyuruh kepada para rasul. "

Allah SWT berfirman, artinya:

”Hai rasul‑rasul, makanlah dari makanan yang baik‑baik dan kerjakanlah amal yang saleh.” (Al Mukminun: 51)

Dan Dia berfirman, artinya:

”Hai orang-orang yag beriman makanlah di antara rezki yang baik‑baik yang Kami berikan kepadamu." (Al Baqarah: 172)

Kernudian Nabi SAW menuturkan cerita seorang laki‑laki yang datang dari tempat yang jauh, berambut kusut dan badanya penuh debu, menadahkan tangannya seraya berdoa: Ya Rabbi, Ya Rabbi, sedang makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan diberi makan dengan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan.

Wahai kaum muslimin, hendaklah kita bertaqwa kepada Allah SWT, menjauhi murka-Nya dan segala yang menyebab­kan kemarahan-Nya. Sesungguhnya Allah itu sangat cemburu jika dilanggar larangan‑larangn-Nya. Disebutkan dalam hadits shahih:

Tidak ada yang lebih pencemburu selain Allah SWT.

Kemudian kita hindarkan diri kita dan keluarga kita dari harta yang haram dan makanan yang haram, agar kita semua selamat dari api neraka yang dijadikan Allah SWT Iebih pantas ditempati bagi setiap daging yang tumbuh dari yang haram.

Sesungguhnya makanan yang haram menjadi sebab terhalang dan tidak terkabulnya do'a. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Muslim dari Abu Hurairah. Thabrani juga meriwa­yatkan dari Ibnu Abbas Rodhiyallohu’anhu ia berkata: dihadapan Rasulullah dibacakan ayat yang artinya:

"Hai sekalian manusia makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. " (Al Baqarah: 16

Kemudian Sa'ad bin Abi Waqqash berdiri dan berkata: Ya Rasulullah, berdo'alah Anda kepada Allah agar Dia menjadikan aku termasuk orang yang selalu dikabulkan bila berdoa. Lalu Nabi SAW menjawab:

"Wahai Saad bersihkanlah isi perutmu (dari yang haram), niscaya engkau menjadi orang yang selalu dikabulkan do'anya, demi jiwa Muhammad yang berada digenggaman­-Nya, sesungguhnya seseorang yang menelan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya, maka Allah SWT tidak akan menerima ibadahnya selama empat puluh hari. Dan hamba mana saja yang daging (tubuhnya) tumbuh dari yang haram maka neraka lebih pantas baginya. (Dikutip oleh Al Hafidz Ibnu Rajab Rohimahulloh dalam Kitab Jami'ul Ulama Wal Hikam yang diriwayatkan oleh Thabrani.

Hadits di atas menerangkan bahwa tidak memilih makanan yang baik dan halal menyebabkan do'a seseorang terhalang, tidak sampai kepada Allah (Na’udzu billahi min dzalik). Ketahuilah sesungguhnya Allah menyeru agar menjauhkan diri dari neraka dan dari siksa-Nya yang pedih, sebagaimana firman-Nya, artinya:

"Hai orang‑orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat­-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan‑Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (AtTahrim: 6)

Wahai kaum muslimin, mari kita sambut seruan Allah, mentaati perintah­-Nya dan menjauhi larangan-Nya, waspa­da terhadap hal‑hal yang menimbulkan murka‑Nya, pasti kita sernua akan mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Allah berfirman:

Hai orang‑orang befirman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya, dan sesungguhnya kepada‑Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang‑orang yang zhalim saja diantara kamu. Dan Iketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan‑Nya. (Al Anfaal: 24‑25)

Hanya Allah SWT-lah ternpat kita merninta, sernoga, Allah SWT menjadikan kita sernua termasuk orang‑orang yang mendengarkan firman-Nya, kernudian mengikutinya, dan termasuk orang‑or­ang yang saling tolong menolong dalarn kebaikan dan taqwa, senantiasa berpegang teguh dengan Kitabulloh dan sunnah RasuI-Nya. Dan sernoga Dia melindungi kita dari kejahatan jiwa kita dan keburukan perbuatan kita. Sernoga Dia senantiasa menolong agarna-Nya dan meninggikan kalimat-Nya, serta memberikan taufiq kepada pernimpin­ pernimpin kita yang mernbawa kebaikan bagi rakyat dan negara. Sesungguhnya Dia-lah Pelindung dan Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Dikutip dari buletin terbitan Daarul Wathan Riyadh judul Ar-Risywah, Risalah Terbuka Syaikh Abdul Azizi bin Abdullah bin Baz

Maraji': Buletin An Nur



Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Perundang-undangan
· News by anugerah_w


Most-read story in Perundang-undangan:
Ar-Risywah (Suap / Korupsi)



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Ar-Risywah (Suap / Korupsi) | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya