Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Sebaik-baik harta adalah harta yang ada pada orang shalih.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...7. 8. Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang- orang yang beruntung.   (QS. Al A'raf [7] : 8)
 
Opini dan Aspirasi [1701 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Misteri Penolakan Kedatangan Bush di Indonesia
Posted by: ayat_al_akrash on Saturday, November 11, 2006 - 09:34

Oleh : Ayat Al Akrash


Hudzaifah.org - Pasca serangan WTC 11 September 2001, Bush selalu mempublikasikan untuk memerangi terorisme internasional. Teroris dalam kacamata Bush adalah Islam. CAIR (Council on American-Islamic Relations) melaporkan Presiden Bush telah menggunakan terminologi `fasis Islam` ketika berbicara tentang musuh AS dalam perang melawan teror. Crusade atau Perang Salib sudah terucap dengan lancar dari mulut Bush yang seorang penganut Kristen Fundamentalis. Genderang perang sudah ditabuhnya, bahkan sebagaimana dilansir Reuters. Bush mengatakan bahwa AS telah mulai menuju kebangkitan agama yang sangat besar dalam sepanjang sejarah negara itu.

Setali tiga uang dengan misi Bush. Pada 12 September 2006, sehari setelah peringatan 11 September. Paus Benediktus XVI yang notabene pemimpin tertinggi Katolik, menghina Islam dengan mengutip pernyataan Kaisar Byzantium. Manuel II Palaelogos yang mengatakan bahwa ajaran Muhammad adalah ajaran yang buruk, ajaran syetan yang tidak manusiawi.

Bush Menantang

Selama ini kita mengetahui via media tentang kejahatan dan penjajahan Bush (baca: AS) terhadap negara-negara Islam seperti Iraq, Afghanistan, Palestina, dan Iran. Umat Islam Indonesia kerap kali berdemo di depan Kedubes AS dengan emosi yang meluap, dengan air mata dan peluh. Tapi sebentar lagi, pada 20 November 2006 ini, presiden AS seakan menantang ummat, dengan agendanya untuk menginjakkan kaki di Indonesia. Meski mengetahui umat Islam yang notabene mayoritas penduduk negeri ini, tidak berkenan atas kehadirannya. Sengaja memancing amarah. Persis seperti Ariel Sharon yang sengaja masuk ke Masjid Al Aqsha yang mengetahui bahwa rakyat Palestina akan marah dan berdemo. Dan akhirnya para pendemo Palestina itu ditembaki oleh tentara-tentara Israel!

Dengan adanya pernyataan, “Silahkan saja berdemo, asal jangan berbuat anarkis.” Seakan demo-demo yang dilakukan oleh puluhan ormas Islam yang notabene mewakili puluhan juta suara umat Islam, dianggap sebagai formalitas belaka dan seruan-seruan tak berarti. Ya, umat Islam menjadi seperti buih di lautan. Aspirasi mayoritas muslim di negeri ini, tidak digubris oleh pemerintah.

Di saat rakyat khususnya warga Bogor tengah ada dalam krisis ekonomi, Pemkot Bogor TERPAKSA (atau dipaksa? –red) harus mengeluarkan dana sebesar 6 milyar hanya untuk Bush, sang Presiden AS. Warga Bogor menjadi terpenjara, tidak bisa beraktivitas lancar. Sopir-sopir angkot yang jalurnya di sekitar Istana Bogor, merugi. Abang-abang tukang becak dan para pedagang kaki lima kehilangan mata pencaharian selama lima hari karena harus digusur. Para pelajar dilliburkan. Sinyal HP dan internet dimatikan selama kedatangan Bush. Belum lagi, harus menyiapkan landasan khusus untuk helikopter Black Hawk milik Amerika Serikat di Kebun Raya Bogor. Intel-intel AS sudah berkeliaran di Kota Bogor. Tentu saja kerugian dan biaya yang ditanggung lebih besar dari 6 milyar.

Agenda apakah yang akan dibawa oleh Presiden AS yang notabene berasal dari Partai Republik yang didukung oleh Kaum Kristen Konservatif ini? Meski Menkopolkam Juwono Sudarsono menjamin bahwa kunjungan Bush tidak akan mengandung tekanan politik ataupun pembicaraan militer, dan hanya agenda pendidikan, kesehatan, bencana alam, namun sejumlah agenda politik sudah terdeteksi. Sebagaimana yang diberitakan oleh Tabloid Suara Islam (November 2006), bahwa sebenarnya kedatangan Bush kali ini adalah dengan membawa sebuah agenda besar. Agenda yang sudah dirancang sejak perang melawan terorisme dikumandangkan, yaitu mengajak Indonesia untuk bergabung dalam Proliferation Security Initiative (PSI). Yang mana PSI ini terdiri dari 60 pemerintahan. PSI bertujuan untuk memberangus aktivis Islam, yang dalam kacamata Bush, Islam dipandang sebagai radikalisme dan ideologi pembunuh.

Indonesia Dijajah

Mengapa dunia membenci Amerika? Dalam bukunya, Why Do People Hate America? (2004), Ziauddin Sardar dan Merryl Wyn Davies menjelaskan empat alasan. Salah satunya adalah alasan eksistensial yang terkait erat dengan sikap Amerika yang senantiasa "menyusahkan" negara-negara lain."The US has simply made it too difficult for other people to exist" (Sardar & Davies, 2004, 195).

AS sering mendikte kebijakan-kebijakan di Indonesia. Inilah indikasi tidak berdaulatnya sebuah negara, tidak merdeka, dengan kata lain, dijajah! Beberapa contohnya adalah :

1. Meminta Indonesia mengefektifkan kontrak minyak dan gas bumi di Tuban (Jatim) dan Cepu (Jateng).

2. Memaksakan masuknya produk-produk rawan Misalnya impor daging. Menteri Pertanian Anton Apriyanto terus ditekan AS dan Uni Eropa gara-gara membatasi impor produk ternak dari negara-negara yang belum bebas penyakit mulut dan kuku dan sapi gila.

3. AS Mengendalikan detail kebijakan pemerintah Indonesia (dalam buku The New Rules of the World).

4. Jebakan investasi dari AS, seperti kasus proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Karaha Bodas, di mana Mahkamah Agung AS memvonis Indonesia dan Pertamina untuk membayar ganti rugi US $ 265 juta (sekitar Rp 2,5 trilliun) kepada Karahas Boas Corporation (KBC), milik FPL Grouphic dan Caithness Energy LLC dari AS. Untuk menjamin pembayaran, dana Pertamina di Bank of America dan Bank of New York, diblokir pengadilan AS. Padahal nilai investasi yang ditanamakan investor ke proyek itu tak sampai 100 juta dollar.

Bayangkan! Kekayaan 200 orang pengusaha terkaya di dunia Barat saja dapat didistribusikan pada 583 juta orang miskin yang tersebar di 43 negara. Hanya diperlukan 13 milyar dollar AS untuk memenuhi kebutuhan pangan dan sanitasi di seluruh dunia. Dan jumlah ini ternyata masih kalah banyak dibandingkan dengan pengeluaran tahunan orang-orang AS dan Uni Eropa untuk membeli parfum (Ignacio Roment: The Politics of Hunger, Le Monde Diplomatique, November 1998).

Indonesia "Memakan" Carrot

Kita tentu belum lupa pada program ”stick and carrot” yang dilancarkan Bush untuk memberangus terorisme internasional. Dalam program ini, Indonesia termasuk negara yang mendapatkan Carrot. Diantara Carrot itu adalah :

1. AS memberikan bantuan lebih dari 50 juta dolar AS untuk membantu Indonesia memerangi terorisme, dan memperluas kerjasama antar militer yang terputus hampir tiga tahun terakhir ini (Menteri Luar Negeri AS, saat itu Colin Powell).

- 31 juta dolar AS untuk pelatjhan polisi dan program lain yang dikucurkan sampai 2004
- US $ 12 juta untuk membentuk Detasemen Anti Teror 88
- US $ 400 ribu untuk melatih unsure sipil dari dari Kementerian Pertahanan RI per tahun.
- US $ 4 juta untuk beasiswa antiteror pejabat militer.
- AS melatih ribuan perwira polisi dalam bentuk International Criminal Investigative Training Assistance Program’s (ICITAP).

2. Keran embargo senjata RI dibuka.

3. Indonesia diangkat menjadi Aggota tidak tetap Dewan Keamanan dalam Sidang Keamanan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Senin (16/10) pagi waktu setempat.

Wow…, dahsyat! Militer dan polri Indonesia memang sudah dirancang sedemikian rupa oleh AS untuk memerangi rakyatnya sendiri, umat Islam. Adu domba.


Bush Bukan Tamu

Sebagian orang mengatakan bahwa, bagaimanapun, Bush adalah tamu dan tamu harus dihormati. Tapi, masih layakkah Bush disebut sebagai tamu? Tamu yang dalam Islam memang harus disambut baik kehadirannya?
Tamu yang meresahkan ini tamu yang menyiapkan skenario jahat untuk tuan rumah yang akan didatanginya, maka tamu seperti ini boleh ditolak kehadirannya. Jika tuan rumah sudah mengetahui ada itikad tidak baik dari tamunya, lantas mengapa masih diterima masuk? Tidak akan diterima masuk, kecuali sang tamu itu menekan, memaksa, yang jika tidak dipersilahkan masuk, maka ia akan mendobrak pintu dengan paksa. Tamu yang datang bukan dengan kesamaan derajat, tapi seperti tuan kepada budaknya, Menekan kepentingan-kepentingannya pada negeri ini.

Kunci Kemenangan

Kaum muslimin di Indonesia banyak yang terserang penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati. Muslim seperti ini akan mudah dimanfaatkan dan diadu domba oleh musuh. Muslim lemah yang tak punya izzah (kemuliaan). Pemerintah bisa diadu dengan rakyatnya. Aparat diadu dengan rakyat.

Sungguh benar sabda Rasulullah SAW, “Hampir datang masanya ummat-ummat akan menyerbu kaum Muslimin sebagaimana orang lapar menyerbu makanan di atas piring mereka.” Para sahabat bertanya, ”Apakah jumlah kita waktu itu sedikit ya Rasulullah ?“ Beliau bersabda, ”Tidak, bahkan jumlah kalian banyak tetapi bagaikan buih di lautan. Penyebab semua itu adalah penyakit Wahn.” Para sahabat bertanya, ”Apa Wahn itu ya Rasulullah ?” Beliau bersabda, “Cinta kalian akan hidup dan benci (takut) kematian (pent: dan menurut riwayat Abu Daud “dan bencimu terhadap perang.”). Allah melemparkan ke dalam hatimu Wahn dan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuhmu.”

Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian berjual beli dengan cara ‘Inah (riba) dan kalian sibuk bertani dan kalian rela hanya dengan bercocok tanam dan meninggalkan Jihad, maka Allah akan menimpakan kepada kamu kehinaan yang tidak akan di cabut hingga kamu kembali kepada agama-Nya.”

Jika para pemerintah adalah orang-orang yang beriman, maka niscaya tidak perlu takut apalagi sampai mengemis kepada AS. Sebagaimana dibahas dalam editorial Metro TV (8/11) bahwa kita jangan sampai sangat merendahkan diri di hadapan AS. Jadilah bangsa yang bermartabat, memiliki harga diri, meski kepada negara super power sekalipun. Rezeki itu datangnya dari Allah.”Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezeki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.” (QS. Ar ruum : 37).

Anda mungkin pernah menonton film Power Ranger. Mereka bisa menang melawan monster-monster karena bersatu. Jika salah satu Ranger tidak ada, atau bila salah satunya ada yang menyerang balik karena dihipnotis musuh, maka dijamin, Power Ranger tidak akan menang. Mengapa? Karena si robot yang berkekuatan dahsyat itu, hanya bisa muncul, jika kelima Ranger itu bersatu. Mungkin seperti itulah penulis mengibaratkan umat Islam saat ini, yang terpecah belah antar mereka sendiri. Jika saja, kaum muslimin bersatu, maka kekuatan dahsyat akan muncul dengan pertolongan Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah berdoa kepada Allah SWT :
”Ya Allah, jangan Engkau hancurkan ummat ini dengan bencana kelaparan.” Allah menjawab, ”Ya”.
”Ya Allah, jangan Engkau hancurkan ummat ini karena serangan kaum kafir.” Allah menjawab, ”Ya”.
”Ya Allah, jangan Engkau hancurkan ummt ini karena persengketaan di antara kaum muslimin.” Tapi doa Rasulullah yang terakhir ini tidak dikabulkan Allah SWT.

Kehancuran dari Dalam

Allah SWT berfirman,”Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah-pelah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka itu adalah kaum yang tidak mengerti." [QS. Al-Hasyr : 14]

Serangan untuk menghancurkan kezaliman AS itu tidak harus dari luar, bisa jadi dari dalam AS sendiri. Allah SWT akan membuktikan janji-Nya. Kaum konservatif yang merupakan pendukung Bush, diperkirakan akan menarik dukungannya kepada Bush, karena anggota DPR dari Partai Republik, Mark Foley, diguncang skandal homoseksual. Sebuah aib bagi orang-orang beragama. Ketua DPR AS, Dennis Hastert yang berasal dari Partai Republik, terganjal kasus ini. Partai Republik tunggangan Bush pun telah kalah dari Partai Demokrat di Kongres dan Senat. Partai Demokrat menggusung isu penting dengan menolak keberadaan tentara AS di Iraq dan akan segera menarik mundur tentara AS. Tambahan lagi, Keith ellison, menjadi pria muslim pertama yang menjadi anggota kongres AS, melaui Partai Demokrat. Tuannya AS, Israel, tengah diguncang skandal seks juga, yaitu pemerkosaan yang dilakukan oleh Presiden Israel Moshe Katsav. Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld, mengundurkan diri dari jabatannya pasca kekalahan Partai Republik dari Partai Demokrat.

Dengan tanda-tanda di atas, maka mudah-mudahan kezaliman Bush dan AS sebentar lagi akan tumbang. Sebagaimana tumbangnya Firaun dan bala tentaranya. Sungguh tak ada yang bisa menumbangkan kezaliman Dajjal, melainkan kaum muslimin. Dengan satu syarat, bersatunya kaum muslimin di seluruh dunia dalam satu kepemimpinan. Allah SWT berfirman, "Mereka (orang-orang kafir dan munafik) membuat perancangan (makar) dan Allah juga membuat perancangan tetapi rancangan (makar) Allah itu lebih baik."

Penutup
Penolakan ummat Islam terhadap kedatangan Bush di Indonesia, bukanlah hal remeh atau emosional belaka. Kejadian hari ini akan menentukan masa depan kaum muslimin. Indonesia adalah negeri muslim terbesar di dunia. Jumlah muslim di Indonesia, lebih dari 200 juta jiwa. Seluruh negara Arab bila disatukan, jumlahnya masih kalah dibandingkan Indonesia.

Bila AS sudah sukses mengontrol Indonesia, negeri muslim terbesar di dunia, untuk memerangi terorisme, maka akan semakin mempercepat diselesaikannya PR AS dalam memberangus para aktivis Islam di seluruh dunia. Bergabungnya Indonesia dalam Proliferation Security Initiative (PSI) yang notabene memerangi aktivis Islam, akan berdampak negatif terhadap negara-negara Islam lainnya, di seluruh penjuru dunia. Sebagaimana pernyataan Menteri Luar Negeri A.S. Condoleezza Rice pada sebuah wawancara dengan Metro TV (13/11), bahwa agenda kedatangan Bush ke Indonesia adalah untuk bekerjasama melawan terorisme karena Indonesia dinilai AS sudah bekerja sangat baik dalam menangkap para teroris di dalam negeri.

Perang melawan teroris yang dikumandangkan Bush, bukanlah murni Perang Suci atas nama Tuhan atau The Holy War, tetapi sudah dinodai dengan semangat imperialisme, untuk membangun Sebuah Tata Dunia Baru, dengan AS sebagai ”raja”nya.



Ayat Al Akrash
Kami adalah mata pena yang tajam, yang siap menuliskan kebenaran

editor by : small cat/string_064




Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· Eramuslim
· More about Dunia Islam Kontemporer
· News by ayat_al_akrash


Most-read story in Dunia Islam Kontemporer:
Ahwalul Muslimin Al Yaum (Problematika Ummat Islam Hari Ini)



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Misteri Penolakan Kedatangan Bush di Indonesia | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya