|
|
|
| Kajian |
[3814 Reads]  |
|
Mukjizat Al Quran : Manusia Berasal dari Nutfah Amsyaz |
Posted by: dhonat on Monday, April 17, 2006 - 10:35
|
Hudzaifah.org - "Istri –istri kamu adalah ladang untukmu, maka garaplah ladangmu bagaimana kamu kehendaki". Apabila petani menanam ketimun, diladangnya, maka jangan diharapkan yang tumbuh adalah buah kelapa, karena ladang hanya menerima benih. Ini berarti yang menentukan jenis tanaman adalah petani bukan ladangnya. Perempuan atau istri oleh ayat diatas diibaratkan dengan ladang. Jika demikian bukan perempuan yang menentukan jenis kelamin anak, tetapi yang menentukan adalah benih yang ditanam ayah di dalam rahim. Hasil pertemuan antara sperma dan ovum dinamai Al Qur'an dengan "Nuthfah Amsyaz" .
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes Nuthfah amsyaz (yang bercampur). Kami hendak mengujinya dengan perintah dan larangan Karena itu kami jadikan ia mendengar dan melihat." (Q.S Al Insan 76 : 2).
Pada tahun 1883, van Bender membuktikan bahwa sperma dan ovum memiliki peranan yang sama dalam pembentukan benih yang telah bertemu itu, pada tahun 1912 Morgan membuktikan peranan kromoson dalam pembentukan janin. Ada yang menarik untuk diketahui bahwa kata "Amsyaz" berbentuk jamak sedangkan bentuk tunggalnya adalah "Masyaj". Sementara itu kata "Nuthfah" adalah bentuk tunggal, dan bentuk jamaknya adalah "Nutafun". Sepantasnya terlihat bahwa redaksi "Nutfah Amsyaz" tidak lurus karena ia berkedudukan sebagai Adjektif (sifat) dari Nutfah. Sedangkan dalam Bahasa Arab, antara sifat dan disifati harus sesuai. Jika feminine maka sifatnya pun demikian juga jika tunggal, maka sifatnya pun tunggal juga, serta jamak, juga jamak (plural). Di dalam ayat terlihat bahwa Nuthfah berbentuk tunggal, sedangkan Amsyaz berbentuk Jamak. Apa gerangan sebabnya, kelirukah Al Qur'an..? (kalau orang yang tidak mengerti bahasa Arab, akan mengatakan Al Qur'an keliru).
Pakar-pakar bahasa menyatakan bahwa jika sifat dari satu hal yang berbentuk tunggal, mengambil bentuk jamak, maka itu mengisyaratkan bahwa sifat tersebut mencakup seluruh bagian-bagian kecil yang disifatinya (bukankah dalam Nutfah pancaran sperma dari lelaki mengandung sekitar dua ratus juta benih manusia?). Dalam hal Nutfah maka sifat Amsyaz (bercampur), bukan sekedar bercampurnya dua hal sehingga menyatu atau terlihat menyatu tetapi percampuran itu sedemikian mantap, sehingga mencakup seluruh bagian dari nutfah tadi. Nutfah Amsyaz itu sendiri adalah hasil percampuran sperma, dan ovum, yang masing-masing memiliki 46 kromosom. Jika demikian wajar bila Al Qur'an menggunakan bentuk jamak, untuk menyifati nutfah yang memiliki jumlah yang banyak dari kromosom itu. Dan Informasi Al Qur'an tidak sampai disana. Dilanjutkannya, bahwa Nutfah tersebut dalam proses selanjutnya menjadi "Alaqah".
"Kemudian Kami jadikan Nutfah itu "Alaqah" (Q.S Al Mukminun 23 : 14),
Pakar-pakar Embriologi menegaskan bahwa setelah menjadi pembuahan (amsyaz) maka Nutfah (yang sudah bercampur tadi ) tersebut melekat di dinding rahim. Dan inilah yang dimaksudkan Al Qur'an dengan "Alaqah". Kata "Alaqah", dalam kamus-kamus bahasa mempunyai banyak arti, antara lain "segumpal darah", atau "Sejenis cacing " yang terdapat didalam air, bila diminum dapat melengket di tenggorokan. Kata "Alaqah", akar katanya "Aliqa", Yang berarti "tergantung / Melengket". Jadi bagi wanita yang keguguran, biasanya banyak penyebabnya yang pasti janin tersebut tidak dapat lagi melengket di rahim sang calon ibu, bisa dikarenakan rahim wanita sendiri yang lemah, atau karena sang janin itu sendiri yang lemah. Penyebabnya macam-macam, karena obat-obatan, makanan, atau kecapean, atau memang lemah rahimnya. Wallahua'lam, yang pasti bagaimanapun semua atas kehendak dan takdir Allah SWT. Kalau Allah bilang : "Kun", (jadi), fayakun (maka jadilah ia), kalau Allah bilang tidak jadi, maka tidak jadilah ia.
Kita boleh bertanya : "dari mana Muhammad SAW memperoleh informasi yang demikian akurat itu, padahal hakikat ilmiyah ini baru ditemukan oleh ilmuwan setelah beributahun lebih dari kedatangan beliau ?" itulah wahyu Allah yang maha mengetahui, yang mana ayat-ayatnya selalu relevan (sesuai), dengan perkembangan zaman kapan dan dimana sajapun. Karena Allah maha mengetahui, dan disampaikan-Nya pada hamba pilihanNya.
(Cairo 8 Oktober 03 Rahima) Sumber : Mailing list editor : string_064
|
| |
|
| Mukjizat Al Quran : Manusia Berasal dari Nutfah Amsyaz | Log-in or register a new user account | 2 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
Mukjizat Al Quran : Manusia Berasal dari Nutfah
(Score: 1)
by ikhwan1301 on Apr 25, 2006 - 10:32 PM
(User information | Send a message)
|
"Dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan. Dari mani (Nutfah), apabila dipancarkan." (Q.S Al-Qamar (54) : 45-46).
Ayat tersebut dengan jelas mengandung pengetahuan yang sangat tinggi kadar keilmuannya. Dunia modern juga telah membuktikan kebenaran ayat ini.
Jenis kelamin seorang anak ternyata tentukan oleh mani (Nutfah) dari ayah. Benih laki-laki (sperma) mengandung 2 jenis kromosom ; kromosom X dan kromosom Y.
Sementara Ovum (sel telur wanita) hanya mengandung 1 jenis kromosom ; kromosom X.
Kombinasi diantara jenis kromosom dari sperma (X atau Y) dengan kromosom dari sel telur wanita (kromosom X) yang akan menentukan jenis kelamin anak.
Maka akan ada 2 kemungkinan yang terjadi :
1. Kromosom X dari sperma Bertemu dengan kromosom X dari sel telur wanita. maka kombinasinya adalah XX . Maka si anak akan berjenis kelamin perempuan.
2. Kromosom Y dari sperma Bertemu dengan kromosom X dari sel telur wanita. maka kombinasinya adalah XY . Maka si anak akan berjenis kelamin laki-laki.
Isi kandungan Quran Al Qamar 45-46 diatas :
45."...menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan"
46."Dari mani (Nutfah), apabila dipancarkan."
Yang menentukan jenis kelamin adalah dari mani, apabila dipancarkan. (Nutfah) yang dimaksud dalam ayat ini adalah benih laki-laki (sperma). Kenapa? karena secara Fisiologis laki-laki lah yang memancarkan benihnya. Sementara benih wanita (sel telur/ovum) secara Fisiologis dikeluarkan dari ovarium sebulannya 1 x sesuai masa siklus haidnya.
Kita harus mengingat, bahwa dari dulu (jahiliyah) setiap ayah selalu menginginkan anak laki-laki, sementara ibu (pihak perempuan) selalu disalahkan jika tidak bisa memberikan anak perempuan. Bahkan kejahiliyahan ini masih ada dalam kehidupan zaman modern ini. Betapa banyak isteri-isteri yang diceraikan dan disalahkan suaminya jika tidak bisa memberi anak laki-laki. Padahal si suami sendirilah yang seharusnya disalahkan.
Kita boleh bertanya : "dari mana Muhammad SAW memperoleh informasi yang demikian akurat itu, padahal hakikat ilmiyah ini baru ditemukan oleh ilmuwan setelah beributahun lebih dari kedatangan beliau ?" itulah wahyu Allah yang maha mengetahui, yang mana ayat-ayatnya selalu relevan (sesuai), dengan perkembangan zaman kapan dan dimana sajapun. Karena Allah maha mengetahui, dan disampaikan-Nya pada hamba pilihanNya.
|
|