Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Jika dikalahkan oleh suatu perkara, hendaklah ia mengatakan, "Hasbunallah wani'mal wakil" (Cukuplah bagi Allah (sebagai penolong) dan dia sebaik-baik pelindung).

-- HR. Abu Daud

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 1073  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...27. 61. Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut [1104]? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. [1104]. Yang dimaksud dua laut di sini ialah laut yang asin dan sungai yang besar bermuara ke laut. Sungai yang tawar itu setelah sampai di muara tidak langsung menjadi asin.   (QS. An Naml [27] : 61)
 
Halaqah [3243 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Mengenal Islam, Aqidah dan Syariat
Posted by: Admin on Wednesday, March 26, 2003 - 11:22

Hudzaifah.org - Islam merupakan sebuah Ad Din. Ad Din di sini bukan sekedar agama yang dipahami oleh kebanyakan orang, yaitu agama yang hanya sekedar mengurusi hal-hal upacara keagamaan atau ibadah ritual seperti shalat, zakat, puasa, dll. Penggunaan istilah "agama" dalam pengertian yang biasa dipergunakan oleh masyarakat itu tidak sesuai bagi Islam. Karena Ad Din di sini berarti adalah satu cara hidup. Ia adalah suatu sistem yang mencakup peraturan-peraturan yang menyeluruh, serta merupakan "undang-undang" yang lengkap dalam semua urusan hidup manusia untuk kita terima dan mengamalkannya secara total.

Kesimpulannya, Islam tidak hanya sekedar agama, tapi juga suatu cara hidup, suatu sistem, pedoman hidup, dan juga peraturan-peraturan yang menyeluruh. Islam adalah Ad Din yang telah diwahyukan Allah kepada Rasulullah SAW sebagai rahmat bagi seluruh semesta alam. Ia adalah Ad Din yang berintikan kepada dua hal, yaitu iman dan amal. Iman merupakan aqidah atau pokok, dan di atasnya berdiri syariat Islam.

Aqidah sendiri berasal dari istilah عقيدة, yaitu pecahan dari perkataan 'aqad عقد, yang umumnya berarti ikatan atau simpulan. Biasanya ikatan atau simpulan ini berlaku pada benda seputar tali dan hal yang seumpama.Tetapi perkataan ini juga digunakan pada suatu yang ma'nawi, seperti perjanjian dan yang seumpamanya. Dari ikatan atau simpulan ma'nawi ini lahirlah perkataan aqidah, yaitu ikatan atau simpulan ma'nawi secara khusus dalam hal kepercayaan. Berpadukan kepada asal perkataan tadi maka perkataan aqidah boleh dipahami sebagai kepercayaan yang terikat erat dan tersimpul kuat dalam jiwa sehingga tidak mungkin akan tercerai atau terurai (Pengantar Aqidah: Dr. Muhammad Sulaiman Hj. Yasin: hal 207).

Seorang ulama Mesir (Asy Syahid Hasan Al Bana, alm.) mengatakan tentang istilah Aqa'id (masih satu kata dasar dengan "aqidah"). Aqa'id adalah perkara-perkara yang hati Anda membenarkannya, jiwa Anda menjadi tenteram karenanya, dan ia menjadikan rasa yakin pada diri Anda tanpa tercampuri oleh keraguan dan kebimbangan.

Baru saja kita mengenal sepintas istilah aqidah. Sekarang mengenai syariat Islam. Syariat berarti cara-cara beribadah, asas-asas kehidupan bermasyarakat, undang-undang yang mengatur hubungan antar manusia sebagai hamba Allah, berkenaan dengan muamalah dan hukum-hukum jenayah, serta mengenai halal dan haram.

Agar lebih memahaminya, kita pelajari hal berikut ini. Setiap Rasul yang diutus Allah membawa Ad Din yang satu, yaitu Ad Din yang menyeru manusia untuk meng-Esa-kan Allah. Membawa "agama" tauhid, yang tidak mengakui adanya tuhan-tuhan melainkan hanya Allah semata. Dalam kerangka hal tersebut, mereka (kaum setiap Rasul) membentuk peraturan-peraturan yang dibawa oleh Rasul pada zamannya. Peraturan-peraturan inilah yang dinamakan syariat. Jadi, walaupun Ad din yang dibawa oleh setiap rasul itu sama (tauhid, meng-Esa-kan Allah), namun syariat mereka berbeda-beda dalam hal-hal tertentu.

Allah berfirman:

لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً

"Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang..." (QS Al Maidah : 48)

Dan dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi penutup, maka syariat Islam telah menutup seluruh syariat nabi-nabi sebelumnya dan menempatkannya sebagai syariat terakhir yang sempurna. Tidak ada lagi syariat selain Syariat Islam. Di dalamnya tidak terdapat perbedaan tatacara beribadah, asas-asas kehidupan dan undang-undang yang berlaku bagi manusia dan seluruh alam hingga akhir kiamat.

by: Hendra


Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Aqidah
· News by Admin


Most-read story in Aqidah:
Mengenal Islam (VI), Makna Secara Bahasa



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Mengenal Islam, Aqidah dan Syariat | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya