|
|
|
| Pernik |
[1437 Reads]  |
|
Manusia Abadi |
Posted by: Admin on Wednesday, January 25, 2006 - 10:32
|
Oleh: Putu Bagus Esa, ST.
Hudzaifah.org - Ketika menonton film Highlander, tentang ksatria berpedang dari Skotlandia, maka sempat saya berkhayal ingin menjadi seorang Highlander yang mampu hidup abadi. Karena, ingin rasanya bisa menembus dimensi waktu, sehingga kita selalu hadir dan berperan dalam seluruh episode kemanusiaan dari masa ke masa. Tapi, itu tidaklah mungkin secara sunnatullah, karena setiap jiwa itu pasti akan mati, seperti yang Allah jelaskan secara berulang–ulang dalam Al Qur’an.
Sunnatullah tentang kematian merupakan aksioma bahwa seluruh makhluq Allah memiliki usia biologis, dimana mereka adalah fungsi waktu, artinya mereka pasti menemui kematian seiring berjalannya waktu. Jika kita memperhatikan waktu–waktu shalat yang fardhu, maka kita akan mendapatkan bahwa :
Kondisi manusia (y) = waktu shalat { f(t) } ; dimana t = 1, 2, …, 5
f(1) adalah waktu Shubuh = Masa dimana kondisi manusia seperti bayi yang baru dilahirkan. Sehingga Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu bangun saat fajar dan tidak terlambat sholat shubuh, karena fajar adalah waktu terbaik untuk tubuh dan jiwa manusia
f(2) adalah waktu Dzuhur = Masa dimana kondisi manusia seperti remaja yang penuh dengan canda ria dan problematika mencari jati diri.
f(3) adalah waktu Ashar = Masa dimana kondisi manusia seperti pemuda dengan dinamika kehidupan dan kesiap–siagaan, bahkan waktu ashar merupakan waktu yang menguji manusia, apakah manusia lebih mencintai kesibukan duniawi atau sejenak melupakan geliat, obsesi bahkan ambisi mengejar dunia untuk kemudian menghadap Allah dalam shalat yang khusyu’.
f(4) adalah waktu Maghrib = Masa dimana kondisi manusia sudah menuju kematangan diri dan kesempurnaan jiwa, dan bersiap2 untuk waktu Isya.
f(5) adalah waktu Isya = Masa dimana kondisi manusia akan beristirahat, dimana ketika istirahat, ia tidak tahu apakah besok bisa menghirup udara shubuh atau istirahatnya itu menjadi tidur yang panjang dalam alam barzah.
Namun, manusia memiliki juga usia historis yang mampu melampaui usia biologisnya. Allah memberi kesempatan kepada manusia untuk memilih berapa usia historisnya, karena usia historis manusia tidak dibatasi oleh kematian. Sehingga manusia bisa abadi tanpa harus “memenggal kepala manusia” seperti dalam Highlander.
Rasulullah SAW adalah manusia yang mampu menjadikan usia historisnya tidak saja melampaui usia biologisnya, tapi juga melampaui usia alam dunia ini. Sampai saat ini dan sampai dunia ini akan hancur dengan kiamat Allah, maka Rasulullah akan selalu menjadi manusia terbaik dalam seluruh episode kemanusiaan. Rasulullah memiliki keabadian karena mampu mendedikasikan hidupnya untuk mengajak manusia kepada Allah, bahkan saat–saat menjelang kematiannya, beliau hanya mengingat ummatnya. Rasulullah memberikan teladan kepada kita, bahwa manusia yang egois dan hanya hidup untuk dirinya sendiri akan hidup selama usia biologisnya. Tetapi manusia yang hidup untuk kebahagiaan orang lain, maka usianya mampu melampui usia biologisnya. Wallahu ‘alam. []
(Kontempelasi hidupku selama 24 tahun, P_B_E)
* )
- Alumni Jurusan Teknik Industri, FTI Universitas Trisakti, angkatan 2000.
- Mantan Ketua UKM Islam Hudzaifah Trisakti (periode 2004/2005)
|
| |
|
| Manusia Abadi | Log-in or register a new user account | 0 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
|