|
|
|
| Reportase Lepas |
[6431 Reads]  |
|
Akhwat Kita Terkena Kanker Rahim Stadium 3B/4 |
Posted by: anugerah_w on Wednesday, November 30, 2005 - 11:19
|
Hudzaifah.org - "Ada akhwat Untan yang mau dioperasi di Jakarta, tolong dijaga ya, karena di sana ngga ada keluarga." Demikian kira-kira sebagian petikan sms yang dikirimkan oleh ikhwah Universitas Tanjungpura Pontianak kepada ikhwah Trisakti pada Senin (21/11) pagi.
Semenjak MTQ Mahasiswa Nasional IX yang digelar di Pontianak pada September lalu, ikhwah Trisakti memang menjalin hubungan baik dengan ikhwah Untan Pontianak. Dan kini ada salah satu kader mereka yang terkena penyakit ganas, kanker rahim.
Kondisi Ukhti Eli
Eli (19), nama akhwat semester 3 jurusan Kimia Untan tersebut. Ia adalah mantan ADS (Aktivis Da'wah Sekolah) dan kini aktif sebagai ADK (Aktivis Da'wah kampus) di LDK At Tarbawi Untan Pontianak. Prestasi akademiknya bagus.
Ukhti Eli tipe akhwat yang supel dan ceria. Namun kini Ukhti Eli terlihat sangat lemah. Wajahnya sangat pucat. Seluruh tubuhnya seakan tak berdaging lagi, hanya tulang berbalut kulit. Matanya cekung. Tulang pipinya sampai terlihat menonjol. Rambutnya banyak yang rontok. Perutnya membesar hingga seperti sedang hamil 9 bulan dan terlihat berwarna biru lebam. Kedua kakinya membengkak. Nafasnya sesak karena adanya cairan yang memenuhi paru-parunya, sehingga harus dimasukkan selang melalui hidungnya. Tak pelak, cairan berwarna hijau dikeluarkan melalui hidungnya, sampai lebih dari sebotol air mineral.
Ukhti Eli, ibu, kakak laki-lakinya, dan Pak Firyan dari Dompet Peduli Ummat, tiba di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada hari Rabu (23/11), pukul 13.30. Kurang lebih 3 jam mereka harus menanti kendaraan yang akan membawa mereka ke RSCM. Ukhti Eli berasal dari keluarga yang kurang mampu, sehingga biaya transportasi ke Jakarta, didanai oleh teman-temannya di Untan, Badan Rumah Zakat dan juga dari teman-teman kakaknya. Ibu dan ayah Ukhti Eli adalah petani karet dan kakaknya, Andi, yang turut mengantar, berprofesi sebagai tukang ojeg di daerahnya. Ukhti Eli adalah anak keempat dari lima bersaudara.
Vonis Mati dari Dokter
Di IGD RSCM, dokter yang memeriksa Eli mengatakan bahwa akhwat ini sudah tak ada harapan lagi. "Waduh..., kalau gini sih udah ngga ada harapan lagi !," ujar dokter tersebut. Karena sudah sangat parah. Namun sungguh sangat disayangkan, karena dokter itu menyampaikannya di depan Eli. Tentu saja hal ini membuatnya semakin sedih, pun ibunya. Dokter mengatakan bahwa Kemotherapi juga tak bisa dilakukan, karena justru akan semakin mempercepat kematiannya.
Ukhti Fitri, akhwat FK UI yang sedang KOAS, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil lab, penyakit yang diderita Eli adalah Kanker Ovarium kanan stadium 3b/4, artinya stadium 3b yang sudah akan stadium 4. Dan dari sisi medis, yang bisa dilakukan hanya tindakan suportif atau paliatif saja.
Ukhti Nia Kurniati, SE (alumni FE) yang memang setia mengunjungi Eli di RSCM, mengatakan bahwa ibu Eli sudah pesimis dengan kondisi anaknya. Mengetahui itu, tentu Ukhti Nia yang memiliki skill dalam Manajemen SDM, tidak tinggal diam, dan segera memberi motivasi kepada Eli dan ibunya bahwa semua ini adalah ujian dan wujud sayang Allah kepada Eli.
Kisah Cinta
Penyakit kanker rahim yang diderita Eli, berawal dari kista rahim 2,5 tahun lalu sejak ia kelas 2 SMU. Sudah 2 kali ia di operasi kista. Namun sisa kista di rahim membuat kista itu berkembang menjadi kanker stadium terminal (akhir).
Berdasarkan informasi di lapangan, bahwa sebenarnya penyakit kista dini dapat diatasi dengan cara menikah. Karena dengan menikah, akan dapat meluruhkan kista dalam rahim. Ketika dikonfirmasikan kepada ibu Ukhti Eli, beliau mengatakan bahwa sudah mengetahui hal itu, namun mencari jodoh tidak mudah dan selain itu adalah hal yang tabu bila menawarkan anak gadis. Beliau menambahkan bahwa ada "pahlawan kesiangan" yang datang kepadanya. Ketika sakit Eli menjadi parah dan berubah menjadi kanker, seorang pemuda yang notabene adalah teman dari kakak Eli, menyesalkan, mengapa sang ibu tidak mengatakan kepadanya tentang penyakit itu karena sebenarnya dirinya ada minat dengan Eli, tetapi ia malu menyampaikan kepada ibu Eli karena khawatir tidak diterima... Dengan kondisi Eli yang sudah sangat memprihatinkan tersebut, sang pemuda ber-azzam menjadi kakak angkat Eli (mengharukan :( -red). Ini sudah kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Hikmah Keluarga Penyantun
Mengapa bisa begitu banyak donatur yang ingin membantu Ukhti Eli? Apa rahasianya? Ukhti Nia memberi sedikit kesimpulan bahwa bisa jadi itu dikarenakan kebiasaan keluarga Eli yang suka menolong orang lain. Rumah Eli terletak di dekat Terminal Sambas. Sudah menjadi tradisi keluarga, bahwa setiap malam tiba, keluarga Eli keluar rumah dan membantu orang-orang yang kemalaman dan yang tak punya ongkos di terminal. Ojeg-ojeg di terminal sering berbuat jahat dengan menaikkan harga sangat tinggi, oleh karena itulah keluarga Eli seringkali mengajak orang-orang yang kemalaman itu, untuk bermalam di rumah mereka. Subhanallah...
Penggalangan Dana
Saat mendapat informasi tentang Eli, ikhwah Trisakti segera menggalang dana untuk kesembuhan Eli. Meski dokter sudah menjatuh vonis mati, tetapi bila Allah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin. Bukankah Rasulullah SAW bersabda bahwa semua penyakit pasti ada obatnya? kecuali tua atau pikun.
Selain bantuan dana yang terus mengalir, bantuan berupa obat alternatif juga diberikan. Ukhti Ayu (FTI 2001) memberi obat buah merah asal Irian Jaya yang terkenal untuk menyembuhkan kanker. Ukhti Nia memberi VCO (Virgin Coconut Oil). Dan ada pula ikhwan UI yang tak ingin diketahui namanya, memberi bantuan sebotol minyak Habbassauda dari Arab. Pun, ikhwah Trisakti dan UI berdatangan menjenguk ke RS.
Hingga Selasa (30/11) sore, sejak tujuh hari penggalangan dana, total dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 6. 418.000,00. Dengan rincian, sbb :
- Indosat Rp 3.000.000,00
- Hamba Allah (ikhwan Trisakti) Rp 500.000,00
- Ikhwah Trisakti Rp 568.000,00
- Hamba Allah (alumni Trisakti) Rp 1.000.000,00
- Ikhwan Trisakti Rp 350.000,00
- Hamba Allah via Portal Infaq Rp 1.000.000,00
Keluarga Ukhti Eli dibebaskan dari biaya administrasi RS karena sudah memiliki Kartu Keluarga Miskin. Dan harus membayar obat Albumin pengganti infus yang harganya mencapai Rp 864.000,00 per obat.
Kondisi Terakhir
Karena dokter terlihat sudah angkat tangan dan tak ada harapan, maka Ukhti Eli yang semula akan dibawa pulang pada hari Selasa (29/11), akhirnya diputuskan pihak keluarga untuk kembali ke Pontianak pada Senin (28/11) pagi. Kondisi terakhir Ukhti Eli saat akan dibawa pulang ke Pontianak, tidak terlalu baik, karena kepalanya pusing dan sering batuk-batuk yang mengeluarkan lendir dari mulutnya. Pun yang semula ia datang dari Pontianak masih bisa berjalan dengan dipapah, namun kini saat pulang, tak lagi kuat berjalan sehingga harus menggunakan kursi roda. Kepulangan Ukhti Eli, diantar pula oleh seorang petugas dari PKPU (Pos Keadilan Peduli Ummat).
Ukhti Eli menyampaikan ucapan terimakasih untuk semua orang yang telah membantunya. Pun ikhwah Untan menyampaikan salam untuk ikhwah Jakarta.
Rekening khusus untuk donasi adalah Dompet Ummat, Bank Muammalat Indonesia Cabang Pontianak No rek : 6210340522.
Kabar baik datang dari negeri Malaysia. Yaitu adanya dokter dari Amerika yang akan launching seminar kanker di Kota Kuching dan kemungkinan telah bersedia untuk mengoperasi Ukhti Eli. Pun kabarnya telah ada donatur yang akan membiayai keberangkatan Ukhti Eli ke Malaysia. Ikhwah Untan juga terus berusaha dengan mencarikan obat-obat alternatif. Keputusan adalah mutlak hak Allah Subhanahu wa Ta'ala dan tugas manusia adalah ber-ikhtiar. Jazakumullah untuk semua pihak yang telah membantu. Mohon doa. [AW]
|
| |
|
Rating
| Akhwat Kita Terkena Kanker Rahim Stadium 3B/4 | Log-in or register a new user account | 2 Comments |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
Re: Akhwat Kita Terkena Kanker Rahim Stadium 3B/4
(Score: 1)
by Admin on Dec 15, 2005 - 09:24
(User information | Send a message)
http://www.hudzaifah.org
|
Innalillahi wainnailaihi rajiun. Kini ukhtina Eli telah meninggal dunia dengan tenang pukul 08.25 (15/12). Semoga segala amal ibadahnya diterima Allah SWT sebagai pemberat timbangan kebaikan.
Kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rizkinya untuk meringankan beban Eli, kami ucapkan jazakumullah khair. Semoga Allah memberikan ganjaran yang terbaik.
|
Re: Akhwat Kita Terkena Kanker Rahim Stadium 3B/4
(Score: 1)
by anugerah_w (anugerah_w@yahoo.com)
on Dec 15, 2005 - 11:19
(User information | Send a message)
http://anugerahwulandari.multiply.com
|
Asslm.
Aku hanyalah seorang jurnalis dunia maya
Kurangkai kata dengan pena
Tapi apa daya..
Takdir sudah berkata
Tak ada yang menyangka
Ini hari terakhir kita bersua...
Tiada lagi selain belasungkawa
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un
Wasslm
|
|