Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Tidaklah pagi itu akan menjelang kecuali ada dua malaikat yang berseru, sungguh celaka kaum lelaki karena kaum wanita, sungguh celaka kaum wanita karena kaum lelaki.

-- HR. Ibnu Majah & Al Hakim

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 945  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...18. 79. Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.   (QS. Al Kahfi [18] : 79)
 
Tips dan Trik [1931 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Sombong, Pendiam dan Cerewet?
Posted by: Admin on Friday, July 08, 2005 - 11:17



Hudzaifah.org - Bagaimana Anda berinteraksi dengan pendengar yang sombong, pendiam dan cerewet? Silahkan Anda gunakan tips dan trik di bawah ini.


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Sombong?

1. Raihlah simpatinya hingga memungkinkan Anda memberikan nasihat kepadanya.

2. Hiasilah diri Anda dengan sikap percaya diri untuk berinteraksi dengannya.

3. Arahkanlah dia serta berilah dia nasihat dengan secara tidak langsung.

4. Tampakkanlah padanya kebaikan dan keindahan pendapat-pendapat orang lain.

5. Berpartisipasilah bersamanya dalam pekerjaan-pekerjaan pribadi yang hebat dan unggul.

6. Ambillah manfaat dari ide dan pendapatnya.

7. Tampakkanlah padanya kekaguman dan kebanggaan Anda terhadap ide dan pendapatnya.

8. Buatlah ia memiliki perasaan memerlukan kepada orang lain.

9. Hindarilah dari posisi-posisi yang membangkitkan kesombongannya.

10. Hargailah pendapatnya serta pergauilah ia dengan akal dan hati yang terbuka


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Cerewet (Banyak Omong)?

1. Potonglah pembicaraannya dengan bijaksana dan diplomasi. Lalu mintalah ia menyimpulkan apa yang ia katakan.

2. Mintalah ia untuk mencatatkan pandangan dan pemikirannya. Serta di akhir penyampaian pembicaraannya, berilah ia alokasi waktu yang sempit untuk menyimpulkannya.

3. Ketika ia berhenti berbicara, bersegeralah Anda untuk menyimpulkan apa yng dikatakannya, setelah itu berpindahlah kepada point berikutnya.

4. Janganlah Anda memfokuskan pandangan Anda padanya, pura-puralah tidak peduli terhadap seluruh komentar-komentarnya.

5. Biarkanlah para pendengar memotong pembicaraannya setiap kali ia mendesak untuk berbicara.

6. Ketika berbicara dengannya, pergunakanlah pertanyaan-pertanyaan terbatas dan tertutup, yaitu pertanyaan yang jawabannya selalu dijawab dengan ‘ya’ atau ‘tidak’.

7. Batasilah waktu berbicara dengannya serta tentukanlah dengan teliti point-point pembicaraan dengannya.

8. Janganlah Anda menyimak setiap kalimat yang diucapkannya. Serta, ingatkanlah ia pada tema asal pembicaraan.

9. Tentukanlah waktu untuk bertemu dengannya setelah selesai dari pertemuan, perkumpulan atau setelah berinteraksi dengannya.


Bagaimana Anda Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Pendiam?

1. Berusahalah untuk mendekatinya.

2. Ketika berbicara dengannya, pergunakanlah pertanyaan-pertanyaan uraian dan terbuka, yaitu pertanyaan yang memakai kata tanya: apa? bagaimana?, kapan?, dan di mana?

3. Usahakanlah untuk mengajaknya dalam berbagai pekerjaan dan kunjungan bersama.

4. Hindarilah dari sikap-sikap yang dapat menyakitinya.

5. Buatlah ia merasakan urgensi dirinya dan kehebatan seluruh pendapatnya.

6. Mulailah diskusi bersamanya dari point yang disepakati bersama.

7. Temanilah dengannya serta berbuat ramahlah kepadanya.

8. Bincangkanlah kepadanya tentang diri anda, pekerjaan Anda, problem-problem Anda hingga ia pun melakukan hal yang sama kepada Anda.

9. Ajukanlah kepadanya pertanyaan-pertanyaan langsung, tapi janganlah Anda terlalu banyak memfokuskannya dan menunggu lama agar ia menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.

10. Hati-hatilah dari memvonisnya bahwa dia tidak memperhatikan. Ingatlah, berapa banyak orang pendiam mengambil manfaat dari pembicaraan lebih banyak dari orang yang berbicara.



Sumber: Kitab “Yang Ringkas dan Efektif”/ Penerjemah: Masnur.H, Lc/ Posted: Anugerah. W/ Universitas Al Azhar Kairo, Mesir/ 22 Juni 2003
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Keorganisasian
· News by Admin





Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Berinteraksi Dengan Pendengar Yang Sombong, Pendiam dan Cerewet? | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya