Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Jika seseorang berbuat baik kepadanya, hendaklah ia berkata "Jazakumullah khair" (Semoga Allah membalas dengan balasan yang baik).

-- HR. At Tirmidzi

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 945  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...43. 41. Sungguh, jika Kami mewafatkan kamu (sebelum kamu mencapai kemenangan) maka sesungguhnya Kami akan menyiksa mereka (di akhirat).   (QS. Az Zukhruf [43] : 41)
 
Halaqah [2257 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Mengenal Islam (III), Makna Secara Bahasa
Posted by: abusafar on Tuesday, November 23, 2004 - 01:09

Hudzaifah.org - Sobat muslim, disela-sela kesibukan mari kita lanjutkan pembahasan mengenai makna Islam secara bahasa. Setelah islamul wajh (menundukkan wajah) dan al istislam (berserah diri), makna Islam berikutnya adalah as salaamah.

As Salaamah
(suci bersih)

As salaamah
berarti suci bersih. Di dalam Al Qur'an dijelaskan bahwa penganut dinul Islam memiliki hati yang bersih (qalbun salim) saat menghadap kepada Allah Yang Maha Suci.

"...kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih..."
(QS. Ash Shu'araa: 89)

Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang suci dan bersih. Islam membawa ajaran kesucian dan kebersihan. Suci bersih di sini adalah dalam segala hal, baik dari segi fisik, akhlaq, pikiran, dan sebagainya. Dalam hal fisik misalnya Islam mengajarkan penganutnya agar bersih pakaian dan tempat. Sebelum shalat, kita pun diwajibkan untuk bersuci dengan berwudhu. Kalaupun tidak ada air, bersuci tetap diwajibkan, yaitu dengan tayamum.

Kalau contoh suci bersih dari segi akhlaq, Islam mengajarkan penganutnya agar bersih hati dari prasangka, malas, riya, kebencian, dendam, marah, dan sebagainya. Islam pun mengajarkan kita untuk membersihkan diri kita dari kekikiran dan cinta berlebihan-lebihan terhadap harta dengan berzakat.

Sobat semua, dengan demikian kita semua harus senantiasa berusaha agar diri ini suci dan bersih. Terutama hati kita, usahakanlah agar hati ini senantiasa dalam keadaan suci (qalbun salim). Karena orang yang menghadap Allah adalah orang yang berhati bersih sebagaimana disebutkan pada surat Ash Shu'araa ayat 89 di atas. Dan hal ini dicontohkan pula oleh Nabi Ibrahim SAW ketika mengikhlashkan hatinya kepada Allah sepenuhnya dengan hati yang bersih.

"(lngatlah) ketika ia (Ibrahim) datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci."
(QS. Ash Shaaffaat: 84)

Bersambung...

[-- by abusafar :: serial Tarbiyah Islamiyah: ma'rifatul dinul Islam --]
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Aqidah
· News by abusafar


Most-read story in Aqidah:
Mengenal Islam (VI), Makna Secara Bahasa



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Mengenal Islam (III), Makna Secara Bahasa | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya