Welcome Guest : : Register Lost Password Log-in : :

Sesungguhnya Allah telah menghilangkan fanatisme jahiliyah serta pengagungan mereka terhadap nenek moyang kalian. Manusia itu berasal dari Adam, dan Adam itu berasal dari tanah. Tak ada keutamaan seorang Arab atas seorang Ajam (Non Arab) kecuali dengan ketaqwaannya.

-- Hadits

AGENDA: 

Upcoming Events

Sun, 22 March 2009


[ Search ]
 
Hudzaifah.org
Poll 
Media apakah yang kini mendominasi sebagai media sumber informasi sehari-hari kamu?

[ Results | Polls ] Votes: 945  
Halaqah 
Mengenal Islam (I)...
Mengenal Islam (VI...
Mengenal Islam (V)...
 
Advanced Search
Dengarkan ayat ini...76. 2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur(1536) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. [1536] Maksudnya: bercampur antara benih lelaki dengan perempuan.   (QS. Al Insaan [76] : 2)
 
Halaqah [2143 Reads] Send this story to someone Printer-friendly page
Mengenal Islam (II), Makna Secara Bahasa
Posted by: abusafar on Tuesday, November 09, 2004 - 12:25

Hudzaifah.org - Sobat semua, makna Islam yang kedua secara bahasa adalah Al istislam.

Al istislam (berserah diri)

Al istislam juga memiliki huruf dasar yang sama dengan "Islam", yaitu Sin, Lam, dan Mim. Sehingga Al istislam atau berserah diri merupakan makna lain dari Islam secara bahasa. Dengan demikian, seorang muslim seharusnya adalah manusia yang sepenuhnya berserah diri dan tunduk patuh kepada Allah SWT. Tanpa menerima dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, terhadap hukum-Nya, Islam yang dia anut tidaklah Islam yang seutuhnya.

Seluruh alam semesta ini, termasuk sebagian manusia, semuanya berserah diri kepada Allah. Matahari, bulan, bintang, bumi, semuanya berserah diri dan tunduk kepada Allah, baik secara sadar maupun tidak sadar, secara suka atau terpaksa. Andaikan semua itu tidak berserah diri, tidak tunduk kepada perintah Allah, maka niscaya alam semesta ini hancur.

Kita ambil contoh matahari. Mari kita pikirkan bagaimana jadinya kalau matahari "membangkang", tidak tunduk mengikuti perintah Allah agar tetap beredar pada lintasannya. Maka bisa jadi matahari itu akan bertabrakan dengan benda-benda langit lainnya, dan kehancuran tata surya akan terjadi. Atau bagaimana jadinya jika bumi tidak mematuhi perintah Allah untuk berevolusi dan berotasi pada porosnya? Niscaya bumi sisi satu akan senantiasa gelap membeku dan sisi lainnya akan terik terbakar cahaya matahari. Selain itu di bumi tidak ada pergantian hari. Ujung-ujungnya tiada kehidupan di muka bumi. Kerusakan itu semua adalah akibat adanya ketidakpatuhan. Tapi alhamdulillah matahari dan bumi adalah makhluk Allah yang senantiasa berserah diri kepada Allah hingga kita semua bisa merasakan nikmatnya sunnatullah kauniyah ini.

Demikian pula kita sebagai manusia, apabila manusia tidak berserah diri dan tunduk terhadap perintah Allah, niscaya kerusakan akan terjadi di muka bumi. Mari kita tanya pada diri kita sendiri, kepada siapa lagi kalau bukan kepada Allah kita berserah diri? Apakah kepada manusia lain? Ataukah kita lebih berserah diri kepada hawa nafsu kita sendiri? Allah SWT berfirman,

"Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah menyerahkan diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan." (QS. Ali Imran: 83)

Bagi orang-orang yang berserah diri, Rasulullah SAW memberikan kabar gembira dalam sabdanya,

"Sungguh beruntunglah orang-orang yang berserah diri, yang diberi rizki dengan rasa cukup, dan merasa puas dengan apa yang telah diberikan Allah baginya." (HR. Ahmad).

Sobat muda, mari kita menjadi manusia yang senantiasa berserah diri kepada Allah, yang senantiasa menjadikan Islam sebagai pedoman hidupnya. Karena hanya kepada Allah-lah kita semua kembali.

"Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)". (QS. Al An'am: 162-163)

bersambung...

[-- by abusafar :: serial Tarbiyah Islamiyah: ma'rifatul dinul Islam --]
Send this story to someone Printer-friendly page
 
Related links 
· More about Aqidah
· News by abusafar


Most-read story in Aqidah:
Mengenal Islam (VI), Makna Secara Bahasa



Pesan Singkat


Hanya yang sudah login yang dapat mengisi pesan singkat 

Mengenal Islam (II), Makna Secara Bahasa | Log-in or register a new user account | 0 Comments
Comments are statements made by the person that posted them.
They do not necessarily represent the opinions of the site editor.



Hudzaifah.org
Tampilan terbaik pada resolusi 1024 x 768
You can log-in or register for a user account here.

Hudzaifah.org, since January 2003 - about - contact - powered by Postnuke
Tidak dilarang menyebarluaskan artikel2 di situs ini dengan menyebutkan sumbernya