|
|
|
| Taushiyah |
[2310 Reads]  |
|
Antara Al Qur'an dan Nasyid |
Posted by: anugerah_w on Thursday, October 21, 2004 - 09:09
|
Hudzaifah.org - Tak ada syair yang seindah Al Qur’an karena ia dibuat dengan kalam ALLAH swt. Seindah apapun bait kata dalam nasyid yang ditujukan untuk menggugah ghirah seorang muslim, namun sungguh tak dapat menyaingi ghirah yang ditimbulkan karena melantunkan ayat-ayat ALLAH,Al-Qur’an.
Di zaman ini, begitu banyak nasyid yang didendangkan oleh kaum muslimin. Dari nasyid perjuangan, cinta illahi hingga samara. Dari nasyid yang bermusik bombastis hingga hanya syairnya saja. Semua itu ditujukan untuk menghibur hati. Namun sudah seharusnya bagi orang-orang beriman, hiburan tertinggi untuk mereka adalah Al Qur’an karena Al Qur’an dapat menjadi penawar bagi hati yang sedang sakit.
"Dan, Kami turunkan Al Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS.Al Isra : 82)
Nasyid digunakan sebagai alat untuk berda’wah dan juga hiburan. Tidak ada salahnya bernasyid, namun terkadang kita terlalu berlebihan dalam bernasyid. Lihatlah, mengapakah hafalan nasyid kita lebih banyak dari hafalan Al Qur’an? Mengapakah intensitas mendengar nasyid kita lebih banyak ketimbang mendengar Al Qur’an? Kita sering menyanyikan nasyid, namun sedikit sekali melantunkan Al Qur’an. Kita dapat dengan bangga menyanyikan nasyid “Tekad” dari Izzis, misalnya, namun jarang dengan ghirah tinggi melantunkan surat Al Anfal. Kita sering dapat menitikkan air mata dan tertegun bila mendengar nasyid bernada sendu seperti “Taubat” dari Ar Royyan, namun jarang sekali kita menitikkan air mata kala melantunkan QS. Al Baqarah: 284-286…
Ya Rabbi.. ampunilah kami jika kami bersalah dan tidak tergetar hati kami ketika di sebut asma-MU...
Astaghfirullah...
|
| |
|
| Antara Al Qur'an dan Nasyid | Log-in or register a new user account | 1 Comment |
|
| Comments are statements made by the person that posted them. They do not necessarily represent the opinions of the site editor. |
Re: Antara Al Qur'an dan Nasyid
(Score: 1)
by Ricky_W on Nov 22, 2006 - 11:49
(User information | Send a message)
|
A'udzbillahimainsysyaithonirrojiim
Bismillaahirrohmanirrohiim
Assalamu'alaikum wr.wb.
Afwan jidan akhi (barakallahulakum), ana sempat berzhon terhadap pernyataan antum diatas, dimana antum hendak menyetarakan atau menyandingkan Quran dengan syair, sehingga seolah bahwa Quran adalah syair yang paling indah dan tidak ada yang lebih indah suatu syair dari Quran :smile:. Dan ana berharap itu tidak ada dalam perkiraan dan lintasan pikiran kita, sebab Allah s.w.t secara tegas dan jelas berfirman kepada Muhammad s.a.w bahwa Quran bukanlah syair.
Jika kita merasa bahwa seolah-olah Quran itu mirip/serupa dengan syair yang sangat indah, tetaplah jangan ("Kalla tsumma kalla" -> Sekali jangan, dan sekali-kali jangan) :smile:. Sebab seperti inilah firman Allah s.w.t dalam surat Yasin :
Yaasin(36):69. Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.
Ana mohon diluruskan dari kekeliruan pernyataan ana, dan afwan atas segala tiada mengenakkan insan-insan yang semoga diberkahi oleh Allah s.w.t atas memberi ingat yang ana lakukan ini :smile:. Semoga kita saling mengingatkan di Jalan Allah s.w.t.
Wallahu'alam
Wassalamu'alaikum wr.wb.
|
|